Hebat, Anak Penjual Jagung Diterima Daftar Polisi

HANYA JUALAN JAGUNG: Inilah keseharian Bu Satria, 53, yakni menjual jagung sayur di Pasar Wonosari. Dia tidak menyangka anaknya bisa lolos tes polisi.

BONDOWOSO RADARJEMBER.ID – Sebelas anak muda Bondowoso menjadi orang yang paling bahagia, pekan kemarin (5/8). Sebab mereka bisa diterima menjadi anggota polisi. Dari sebelas anak itu, dua diantaranya berasal dari keluarga yang kurang mampu.

IKLAN

Adalah Bu Satria, warga RT 28 RW 9 Desa/Kecamatan Wonosari. Orang yang setiap harinya berjualan jagung sebagai sayuran di Pasar Wonosari ini, merasa sangat bahagia. Sebab anaknya Dicky Setiawan diterima menjadi polisi. “Saya sangat bersukur, saya hanya berdoa selama ini agar keinginan anak saya tercapai,” ungkapnya.

Ternyata, doa itu terkabul. Dirinya yang hanya berjualan jagung muda sebagai sayuran, bisa memiliki anak yang menjadi polisi. Dicky adalah anak keempat nya. Selama tiga tahun, Dicky menempuh sekolah menengah atas di SMKN 1 Tapen, jurusan Rekayasa Perangkat Lunak (RPL). Usai menempuh SMKN 1 Tapen, Dicky ikut tes polisi. Tidak disangka, dia diterima. “Berbekal doa, dan anak saya menjadi polisi tanpa bayar,” terangnya.

Selama ini, Dicky hidup bersama ibunda tercinta. Ayahnya telah meninggal 2012 lalu. Ayahnya yang hanya bekerja wiraswasta, membuat keluarga Dicky hidup biasa saja.

Selain keluarga Dicky, satu lagi keluarga yang sangat merasa bersukur. Yakni keluarga Dwi Sobah Bahriansyah. Alumnus SMAN 1 Tapen ini juga menjadi salah satu dari 11 orang dari Bondowoso yang diterima menjadi polisi. Ibunya hidup pas-pasan. Bahkan saat anaknya diterima, ibunya tengah bekerja menjadi ibu rumah tangga di Surabaya. “Di Surabaya, bekerja sebagai pembantu rumah tangga, biasanya setiap tiga bulan sekali pulang,” ujar Sukirmanto, paman Dwi Sobah, warga Kapuran, Wonosari.

Kapolres Bondowoso AKBP Taufik Herdiansyah Zeinardi melalui Kabag Sumda Polres Kompol Susiyanto mengatakan, ada 11 pemuda Bondowoso yang masuk menjadi bintara. Tiga diantaranya adalah bintara Teknologi Informasi (TI), sedangkan 8 sisanya masuk di bintara umum.

Dijelaskan, penerimaan polisi tanpa bayar adalah komitmen Kapolri Jenderal Tito Karnavian. Sebab itu, bagi para pemuda yang mau ikut tes polisi, harus disiapkan fisik, mental dan penguasaan materi. (*)

Penulis : Sholikhul Huda
Fotografer : Sholikhul Huda

Editor: Winardi Nawa Putra

Reporter :

Fotografer :

Editor :