Residivis Main Ancam dengan Senjata

Terancam Balik Lagi ke Bui

MASUK BUI LAGI: Tersangka Irwan Cahyono, 26, warga Jalan Mahoni 11 Lingkungan Lamparan, Kelurahan Wirolegi, saat menjalani pemeriksaan. Pria yang merupakan seorang residivis ini mengancam mantan istrinya dengan senjata tajam.

RADAR JEMBER.ID – Main ancam kepada mantan istri dengan senjata tajam, Irwan Cahyono, 26, warga Lingkungan Lamparan RT 002/RW 008, Kelurahan Wirolegi, Kecamatan Sumbersari, harus berurusan dengan polisi. Padahal, belum lama ini Irwan pernah mendekam di Lapas Kelas IIA Jember karena kasus pencurian, beberapa tahun lalu.

IKLAN

Mantan suami dari Ade Irmawan Nidiyani, 29, warga Jalan Letjen Sutoyo III, RT 003/ RW 032, Kelurahan Kebonsari, Sumbesari, ini diamankan Tim Srigala karena laporan ancaman menggunakan senjata. Sejak bercerai dengan istrinya, korban dikenal kerap melakukan ancaman dengan menggunakan senjata tajam.

Sebelum kejadian, pelaku sempat mengutarakan keinginannya datang ke rumah korban untuk bertemu dengan Feri, suami sah korban, tetapi tidak diizinkan. Karena dilarang dan pelaku mengancam sambil membawa sajam, korban langsung melaporkan ke polsek setempat demi keamanan suami dan dirinya sendiri. “Setelah menerima laporan, Tim Srigala Reskrim Polsek Sumbersari langsung bergerak cepat mendatangi rumah korban,” ujar Kapolsek Sumbersari Kompol Faruk Mustafa Kamil.

Menurut keterangan pelaku dan korban, ancaman ini bukan pertama kalinya dilakukan oleh pelaku. Sebelum bercerai dengan korban, pelaku juga sering melakukan tindakan kurang menyenangkan. “Tersangka ini mengancam apabila tidak bertemu dengan suami sah korban, hidup korban tidak adakan tenang,” imbuhnya.

Beruntung, saat pelaku datang ke rumah korban dengan membawa sajam, ada warga yang mengetahui niat buruk tersebut dan langsung menghubungi SPKT Polsek Sumbersari. Polisi langsung meringkus dan mengamankan senjata tajam berupa pisau yang diselipkan di balik pakaiannya. Irwan langsung ditetapkan sebagai tersangka, dan dijerat dengan Pasal 2 ayat (1) UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951 Jo Pasal 335 ayat (1) KUHP, dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara. (*)

Reporter : Jumai

Fotografer : Jumai

Editor : Lintang Anis Bena Kinanti