Seharusnya Nomor 18, Terpasang Nomor 16

Rizky Iswantur, Pemain dengan Nomor Punggung Salah

TETAP TEGAR: Rizky Iswantur membuktikan mentalnya tak jatuh setelah kesalahan nomor punggung. Kini, dia membela Barito Putera U-20 untuk Liga 1 U-20 tahun ini.

RADAR JEMBER.ID – Tim sepak bola Jember mempersiapkan diri cukup matang untuk gelaran bergengsi tingkat Jawa Timur, Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) keenam ini. Mereka merekrut pemain-pemain muda terbaik Jember. Bahkan, lima pemain asli Jember yang bergabung bersama Pra PON Jawa Timur dipinjam dulu.

IKLAN

Mereka latihan secara intensif, beberapa kali mengadakan uji coba. Baik kandang maupun tandang. Target masuk laga final pun dibawa oleh skuad muda Jember. Apalagi, rata-rata pemainnya sudah pernah merasakan atmosfer Liga 3 maupun Liga 2.  Modal yang berharga tentunya.

Namun, sebelum melangkah ke Porprov, semua tim kota/kabupaten di cabor sepak bola harus melewati babak Pra Porprov dahulu, Maret lalu. Jember tergabung di Grup B bersama tuan rumah Pamekasan, Kabupaten Kediri, dan Kota Probolinggo.

Sebenarnya, langkah mulus didapat Jember. Dua laga awal, meladeni Pamekasan (1/3) mereka menang tipis 1-2. Di match ke-2, Jember berhasil membungkam Probolinggo (2/3) dengan skor 3-1. Di laga terakhir (4/3), Jember melumat perlawanan Kediri 3-0.

Secara poin, Jember dipastikan lolos ke Porprov VI, karena berstatus juara grup dengan sembilan poin. Namun, laga terakhir itu menyisakan permasalahan. Pihak Lawan menggugat kesalahan kecil yang dilakukan tim Jember. Kesalahan kecil itu berujung sanksi dari Asprov PSSI Jawa Timur.

Kesalahan nomor punggung salah satu pemainnya, Rizky Iswantur, terjadi di menit-menit terakhir babak kedua. Lima menit sebelum wasit meniup peluit panjang, Rizky masuk ke lapangan menggantikan rekannya. Dia memakai nomor punggung 16 dan bernama Rizky di bagian belakang jerseynya.

Apesnya, ofisial tim Jember salah menulis nomor punggung Rizky di Daftar Susunan Pemain (DSP). Di DSP, nomor punggung Rizky tertulis 18. Kesalahan sepele itulah yang membuat Kediri menggugat Jember. Sampai seminggu lebih, Komisi Disiplin (Komdis) Asprov PSSI Jawa Timur menimbang perkara itu.

Jember pun sempat banding, namun ditolak. Jember dijatuhi sanksi pengurangan enam poin. Akibat kesalahan kecil di penghujung pertandingan, mimpi skuad muda Jember berlaga di Porprov pun sirna. Rizky Iswantur seperti merasa bersalah. Memang, kesalahan tak pantas disematkan kepada pemuda asli Mumbulsari ini.

“Ada rasa seperti itu juga. Saya minta maaf kepada manajemen dan staf pelatih. Kalau di-bully teman-teman enggak sih, karena mereka juga tahu kesalahan itu bukan salah pemain,” tutur pemuda yang akrab disapa Kiki itu.

Impiannya sama seperti pemain lainnya. Yakni ingin memberikan prestasi terbaik untuk Jember tercinta di Porprov tahun ini. “Aslinya pengen banget main di Porprov ini. Siapa juga yang gak pengen buat bangga kabupaten sendiri,” jelas Rizky.

Tragedi kesalahan nomor punggung itu tak membuat mentalnya drop. Buktinya, pemain kelahiran 4 Maret 2000 ini sekarang bermain di luar Jember. Yakni klub Barito Putera U-20, yang disiapkan untuk Liga 1 U-20 tahun ini.

“Alhamdulilah, sekarang saya sudah di Barito U-20. Pagi tadi (Kemarin, Red) baru saja uji coba sama Timnas U-18 di Cikarang. Karena tim kami TC di Jakarta,” jelas Rizky.

Rizky mengatakan, sebelum lawan Kediri itu, dirinya sempat diturunkan dalam laga menghadapi Probolinggo. “Laga kedua lawan Probolinggo saya main. Tapi tidak ada masalah, kenapa pertandingan terakhir ada masalah. Saya juga kaget,” kenangnya.

Sebelumnya, Rizky sudah mengetahui di locker room bahwa jersey nomor punggung 18 sesuai pesanannya tidak ada. “Sudah saya tanya ke pengurus, di mana jersey nomor 18. Tapi tidak ada, yang ada nomor 16 namanya Rizky, ya disuruh pakai itu saja,” papar pemuda yang bisa dimainkan di posisi gelandang dan stopper ini.

Kesalahan itu tentu menjadi pelajaran buat dirinya. Apalagi, pengalaman pertama main di Pra Porprov dengan kenangan cukup buruk. “Ke depan buat pelajaran saja, koordinasi sama pelatih dan staf. Karena pemain tugasnya fokus buat pertandingan saja,” imbuh Rizky.

Sementara itu, sang ayah, Siswanto, juga kaget mendengar kabar kesalahan nomor punggung itu. “Kiki sudah menjelaskan kepada saya setelah pulang ke rumah. Memang sebelumnya dia pesan nomor 18, tapi akhirnya jersey yang ada 16 saja, 18 tidak ada,” kata Siswanto.

“Ya mau bagaimana lagi, sudah terjadi. Ini menjadi pelajaran buat Kiki. Tapi kalau secara mental, alhamdulilah tidak berpengaruh kepada permainannya di lapangan,” pungkasnya. (*)

Reporter : Muchammad Ainul Budi

Fotografer : Muchammad Ainul Budi

Editor : Bagus Supriadi