Realistis dengan Persiapan dan Anggaran

RADAR JEMBER.ID – Olahraga tak bisa dipisahkan dengan kekuatan dana yang mendukungnya. Pemerintah seharusnya memfasilitasi dan memberi penghargaan setimpal dengan perjuangan atlet. Sebab, mereka yang berjuang di lapangan membawa nama baik kota/kabupaten. Apalagi kalau sudah menjadi bagian dari tim nasional.

IKLAN

Sudah menjadi rahasia umum, bahwa bujet yang besar tentu dibarengi dengan persiapan yang matang. Mulai dari pemusatan latihan (TC), pemberian vitamin, gizi, bahkan uang transport. Selain dibarengi motivasi dan semangat kepada sang atlet.

Namun, anggaran yang cekak berimbas pada persiapan yang kurang maksimal. Kalau lawannya saja sudah menggelar TC berbulan-bulan, sampai uji coba dengan lawan yang bagus, tentu hasilnya tak  terlalu amat nantinya. Kalau pun kalah, tetap dengan permainan yang bagus.

Namun, kalau sudah tak ada TC, anggarannya kosong, tidak ada vitamin, mau menang dengan cara yang bagaimana? Bila menang, itu berarti atlet tersebut memiliki potensi luar biasa diimbangi keberuntungan.

Tapi, jangan remehkan mereka yang punya daya juang tinggi. Meskipun tanpa persiapan yang maksimal, bisa saja persiapan pribadi dengan uang sendiri, dapat membuahkan hasil medali emas. Kalau kata coach Luis Milla, percaya proses. Proses tidak akan mengkhianati hasil.

Delegasi Jember dalam Porprov tahun ini tak bisa dipisahkan dengan anggaran yang ada. Kalau keliling ke semua cabor, mereka pasti merasakan keluh kesahnya. Dengan bujet mandiri, tanpa ada anggaran sama sekali untuk persiapan sebelum Porprov.

Achmad Imam Fauzi, Petugas Pelaksana (Plt) Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Jember tak ingin banyak berkomentar mengenai anggaran 1,4 miliar yang sudah diketok palu Bupati Jember untuk hajatan olahraga bergengsi tingkat provinsi ini.

“Tidak usah melihat besar kecilnya anggaran. Yang terpenting atlet harus tetap menjaga semangatnya,” tutur pria yang akrab disapa Fauzi ini. Menurut dia, anggaran itu ranahnya bupati. Sebab, Dispora Jember hanya sebagai pelaksana saja.

Dia mengatakan, atlet membawa nama baik Jember. Hal itu menjadi kebanggaan bisa berlaga di ajang tingkat Jawa Timur. Dalam porprov kali ini, bujet 1,4 miliar itu bukan hanya digunakan dalam babak Porprov saja. Tetapi juga untuk babak kualifikasi Pra Porprov bulan Maret lalu yang mempertandingkan enam cabor. Seperti bola voli, sepak bola, pencak silat, catur, bola basket, dan futsal.

Anggaran itu digunakan dengan sistem belanja langsung (BL). Artinya, persoalan penginapan dan akomodasi semua atlet serta ofisial di empat kota, Tuban, Lamongan, Bojonegoro, dan Gresik, diurus oleh Dispora Jember, bukan KONI Jember. (*)

Reporter : Muchammad Ainul Budi

Fotografer : Muchammad Ainul Budi

Editor : Bagus Supriadi