Intip Budaya Belajar di Thailand

KERJASAMA: Rektor Universitas Islam Jember (UIJ) Abdul Hadi (berjaket hijau) bersama Nico Irawan (tengah) dosen dari International College Of Rajamangala University Of Technology Krungthop Thailand, seusai menandatangani MoU pendidikan

RADAR JEMBER.ID – Seminar internasional di Kampus Universitas Islam Jember (UIJ) Jumat sore lalu  (5/7) memberi banyak ilmu tentang budaya belajar Thailand. Salah satunya disampaikan oleh Dr Nico Irawan, salah satu pembicara yang telah lama berada di Thailand. Dia membuka pembicaraannya tentang bagaimana pendidikan dan budaya di Thailand yang sangat dipatuhi warganya.

IKLAN

Menurut Nico, pendidikan merupakan kunci kesuksesan. Orang-orang di Thailand, kata dia, sejak kecil sudah diajarkan patuh kepada raja. Hal ini karena Thailand merupakan negara monarki yang masih kental dengan adatnya. “Di Thailand sudah punya konsep monarki, kerajaan. Jadi, masyarakatnya didoktrin untuk patuh pada pimpinan termasuk dosen dan mahasiswa. Mahasiswa tak boleh melawan dosennya” tuturnya.

Tak hanya itu, kata dia, orang-orang Thailand selalu diajarkan tentang seni dan etika. Di sana, lanjut dia, memberi salam, mengucapkan terima kasih dan maaf, merupakan pembangunan karakter. “Seseorang dari kecil itu awalnya melihat, baru meniru. Kalau lingkungan kalian isinya hanya berkata-kata kotor, akan melihat dan meniru. Nah, itu akan jadi karakteristik”, ujarnya.

Uniknya lagi, kata dia, orang-orang Thailand sangat mencintai negaranya. Di Negeri Gajah Putih itu, lanjut dia, sering kali diputarkan lagu kebangsaan, sehingga warga yang mendengar langsung melakukan suatu penghormatan. “Hal ini mencerminkan betapa mereka mencintai negaranya sendiri. Beda dengan di Indonesia,” tandasnya.

Sementara itu, Dr Endah Nur Tjendani MPd, pembicara lainnya, banyak menyinggung pentingnya keterampilan mahasiswa dalam bermasyarakat. Menurut Tjendani, mahasiswa dituntut banyak belajar dan kreatif terutama dalam proses mencari kerja. “Kita tidak cukup hanya mengandalkan ilmu dari kampus saja,” ujarnya. Hal sama juga disampaikan Ketua YPNU, Dr KH Syamsul Arifin (Gus Aab) dalam sambutan pembukaan seminar sehari tersebut.

Seminar bertajuk Building Creative Character Through Education in The Era of Industrial Revolution 4.0 tersebut diikuti tiga ratusan peserta dari berbagai perguruan tinggi di Jember. Rektor UIJ Abdul Hadi MM menyambut baik penyelenggaraan seminar internasional tersebut. “Kami akan banyak melakukan kerja sama dengan perguruan tinggi dan lembaga pendidikan di ASEAN,” ujar Abdul Hadi. (*)

Reporter : mg6

Fotografer : Istimewa

Editor : Shodiq Syarif