Dalam Talk Show di Pondok QTC Pulosari

Hafiz Cilik Pukau Pendengarnya

BANGGA: Mailya Ikrima (Arim/tengah) diapit pengasuhnya, Abd. Hakim dan Millah Kurnia, seusai talk show di QTC Pulosari

LUMAJANG RADAR JEMBER.ID – Ratusan anak-anak disertai orang tuanya memadati halaman pondok tahfiz  Quran Tahfiz Center (QTC) Pulosari, Citrodiwangsan, Kecamatan Lumajang, Jumat kemarin (05/07). Mereka ingin mendengarkan lantunan ayat-ayat suci Alquran yang dilafalkan secara hafalan oleh hafizah cilik, Ananda Mailya Ikrima, 9, asal Malang.

IKLAN

Kehadiran Arim, panggilan akrabnya, ke pesantren tersebut untuk memotivasi kawan-kawan seusianya, agar kembali menghafal Alquran. Pasalnya, mereka kerap tidak bersemangat jika baru saja menghadapi liburan panjang Lebaran. Kebetulan santri QTC banyak yang ngefans ke Arim, sehingga ingin melihat dan bertemu langsung dengan cilik tersebut. “Alhamdulillah, sambutannya sangat meriah dan antusias,” ujar Millah Kurnia Hakim, pengasuh pondok tahfiz tersebut.

Di kalangan anak-anak santri QTC, kata Milla, nama Arim sudah sangat dikenal. Namun, baru kali ini bisa bertemu dan mendengar langsung kelihaian hafalan qurannya. Acara ini dimulai dengan bincang-bincang Arim dengan adik-adiknya itu, dilanjutkan dengan tanya jawab dengan peserta, dan diakhiri dengan tes hafalan Alquran berhadiah.  “Peserta anak-anak sendiri, Arim sebagai jurinya,” imbuh Milla.

Mailya Ikrima (Arim) termasuk bocah multitalenta. Selain juara silat, dia juga mendapat penghargaan terbaik kategori Tajwid (Ajwad) dalam acara Hafiz Indonesia 2019, yang diselenggarakan salah satu TV swasta nasional bulan Ramadan lalu. Bahkan, sejak umur 4 tahun, warga Puncak Permata Sengkaling, Desa Sumbersekar, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, ini dia sudah mulai menghafal Alquran.

Bocah kelahiran 6 Februari 2010 ini mengaku sangat mencintai Alquran sejak kecil. Bahkan, sejak umur 4 tahun sudah mulai menghafalkan Juz Amma atau juz 30 (surat-surat pendek). Arim hafal hampir 10 juz, yakni 30, 1, 2, 3, 4, dan 5. ”Enam juz sekarang (yang sudah dihafal, Red),” ungkap bocah nomor dua dari empat bersaudara ini.

Prestasi tersebut diraih Arim berkat bimbingan orang tuanya, Sri Lestari dan M Mufid. Arim juga harus belajar di salah satu pondok pesantren di Gondanglegi, Malang, untuk mendalami hafalannya. Sebab, jika hanya mengandalkan hafalan di rumah, dia khawatir hasilnya kurang maksimal. Maklum, bocah seusianya memang sebagian besar masih hobi bermain.  (*)

Reporter :

Fotografer : Istimewa

Editor : Shodiq Syarif