Penjual Janur Mulai Serbu Pasar Tanjung

PENJUAL JANUR: Beberapa pedagang janur mulai memadati Pasar Tanjung. Meski hingga Sabtu (8/6) dini hari, kondisi pasar masih sepi karena masih libur Lebaran.

RADARJEMBER.ID– Memasuki hari keempat Lebaran, Sabtu (8/6) dini hari, Pasar Tanjung terlihat lengang dan sepi. Kondisi ini tak seperti hari biasanya, yang mulai ramai pedagang.

IKLAN

Dini hari itu, aktivitas perdagangan di pasar tradisional terbesar di Kabupaten Jember ini, terlihat belum normal. Kendati demikian, tetap terlihat pedagang yang berjualan, termasuk pedagang janur. Bahkan, pedagang musiman itu tampak mencolok di antara para pedagang yang lain.

Salah seorang pedagang janur, Hadi, warga Dusun Rayap, Desa Kemuning Lor, Kecamatan Arjasa, mengaku mulai menjual janur sejak tiga hari sebelum Lebaran.

“Setiap hari saya membawa seribu lembar janur. Berangkat dari rumah ke Pasar Tanjung pukul 19.00 WIB naik motor bersama saudara. Dan pulang pukul 0.6.00 WIB,” kata Hadi.

Di tangan Hadi, janur tersebut dirangkai menjadi selongsong ketupat dan diikat sedemikian rupa. Oleh pria lajang itu, satu ikat berisi sepuluh selongsong ketupat dihargai Rp 10 ribu.

“Saya berjualan janur ini semenjak tahun 2017 lalu. Setiap tahun, jumlah pedagang janur semakin bertambah. Apalagi mendekati kupatan. Mereka kebanyakan dari Kecamatan Arjasa,” ungkapnya.

Dari pengakuannya, sejak hari kedua lebaran, masyarakat sudah banyak yang mencari selongsong ketupat untuk keperluan Hari Raya Ketupat atau orang Jember menyebutnya Telas Lontong. Biasanya Hari Raya Ketupat dilaksanakan pada hari ketujuh Lebaran.

“Soal pendapatan bergantung rejeki, jadi tiap harinya tidak sama. Apalagi situasi pasar saat ini masih belum terlalu ramai, imbas dari lebaran. Karena orang masih banyak yang pulang kampung,” jelas Hadi. (*)

Reporter : Winardyasto

Fotografer : Winardyasto

Editor : Mahrus Sholih