Gentle Birth, Bikin Persalinan Menyenangkan

NIKMATI PROSES BERSALIN: Bidan Rhita memberikan penjelasan proses persalinan, sementara ibu hamil mengikuti kelas gentle birth sebagai langkah persalinan normal yang minim trauma.

RADARJEMBER.ID – Penuh teriakan kesakitan, hingga ingin mencakar-cakar suami. Barang kali ini bayanganmu dalam proses persalinan. Ya selama ini pikiran orang proses persalinan begitu sakit dan membuat banyak orang tidak percaya diri untuk kuat menghadapinya.

IKLAN

Ujung-ujungnya memilih jalur patas yaitu operasi caesar. Padahal proses persalinan adalah proses alami seorang perempuan dikala melahirkan. Sehingga, lewat latar belakang seperti itu muncul namanya gentle birth yang banyak dilakukan para artis seperti penyanyi Andien ataupun model Dominique Diyose.

Barita Riska atau yang dikenal Bidan Rhita mengatakan, gentle birth pada intinya adalah persalinan alami yang ramah jiwa dan minim trauma. “Gentle birth memang asing di telinga, apalagi masyarakat Jember. Tapi gentle birth mulai banyak dikenal di perkotaan terutama kelas menengah ke atas,” paparnya.

Bidan Rhita yang mengembangkan gentle birth di Jember menjelaskan, konsep persalinan itu mengajak para ibu untuk mengenali fungsi tubuhnya sebagai perempuan yang telah dikaruniai kemampuan melahirkan bayi secara mudah, lancar, dan normal.

Untuk bisa menjalankannya gentle birth yaitu persalinan yang minim trauma, ada sejumlah tahapan yang secara umum harus dijalankan. “Niat dan komitmen yang kuat dan yakin lahir normal ini yang penting. Juga, kemauan menambah wawasan sebanyak-banyaknya dari berbagai sumber, terutama membaca,” tuturnya.

Misalnya latihan relaksasi dan olahraga teratur. Misal yoga. “Ibu hamil dulu itu kemana-mana jalan kaki, jadi tubuhnya sudah olahraga teratur. Sekarang berbeda, tapi harus tetap olahraga misal lewat yoga,” ujarnya.

Sekarang yang terjadi, tambah Rhita, seolah-olah ibu itu banyak yang lupa cara melahirkan secara alamiah. Dia mengaku, pesalinan begitu sakit juga ada pengaruh dari orang tua serta tayangan film yang mempertontonkan persalinan penuh dengan teriakan.

Secara tidak langsung, tambah dia, pemikiran akan berpengaruh ke bawah sadar dengan persalinan yang ujung-ujungnya operasi caesar. “Nenek-nenek kita, ibu-ibu dulu jarang ada yang operasi caesar,” katanya.

Itu tidak terlepas dari banyaknya persepsi negatif terkait proses persalinan yang sudah lama tertanam sejak si calon ibu masih kecil. Bahkan, Proses persalinan selalu diibaratkan peristiwa medis yang menyakitkan dan bisa menimbulkan kematian. Jejak-jejak negatif tersebut tanpa sadar terbawa hingga dewasa.

“Padahal, jumlah ibu hamil yang memiliki kehamilannya itu sangat sedikit, hanya 10 persen. Tapi, kenapa angka caesar di kota-kota besar sangat tinggi,” paparnya.
Ada juga kasus, ibu yang kecil dan kurus tiba-tiba divonis tidak bisa lahir normal, karena panggulnya kecil. Padahal, kata Rhita, cara untuk membuat lahir gampang itu bagaimana posisi bayi bagus.

Karena itu, persiapan fisik dan mental dalam persalinan gentle birth sangat penting, bahkan harus dimulai sebelum kehamilan terjadi. Untuk fisik, tidak ada cara lain selain menerapkan pola hidup sehat.

Selain persiapan fisik, tak kalah penting adalah berilah cinta terhadap ibu hamil plus coba hilangkan kata-kata sakit. “Dikit-dikit bilang sakit nanti bisa masuk ke alam bawah sadar saat proses persalinan itu menyakitkan,” tuturnya.

Reporter : Dwi Siswanto

Fotografer : Dwi Siswanto

Editor : Hadi Sumarsono