Dua Pasien Positif Covid-19 Membaik

"Jadi, makanan dan minuman yang diberikan tetap dari rumah sakit, tapi secara gizinya melebihi dari makanan yang diberikan pasien umum." drg Arief Setyoargo, Wadir Bid Pendidikan dan SDM RSD dr Soebandi Jember

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Dua pasien Covid-19 yang dirawat di RSD dr Seobandi telah menunjukkan hasil yang membaik. Bahkan, kedua pasien korona ini sudah tak mengalami gejala pernapasan memburuk hingga memerlukan alat bantu napas.

IKLAN

Wadir Bid Pendidikan dan SDM RSD dr Soebandi Jember drg Arief Setyoargo mengatakan, dari enam bed di ruang isolasi khusus pasien positif Covid-19, saat ini hanya diisi dua pasien saja. Dua pasien itu juga menunjukkan kabar baik, yaitu kondisi tubuhnya sudah mulai normal. “Secara klinis, dua pasien korona di RSD dr Soebandi kondisinya membaik,” jelasnya.

Bahkan, sejak dirujuk dan di rawat ke RSD dr Soebandi, tidak ada gejala pernapasan yang fatal. Artinya, pasien tersebut tidak sampai kesulitan bernapas. “Kondisinya baik, bahkan tidak sampai memerlukan alat bantu napas atau ventilator,” tambahnya. Dua pasien tersebut salah satunya adalah remaja dari Kaliwates.

Obat yang diberikan pada pasien Covid-19, lanjut dia, pada intinya adalah untuk meningkatkan imunitas. Tak sekadar itu, asupan makanan pun diberikan makanan bergizi. “Jadi, makanan dan minuman yang diberikan tetap dari rumah sakit, tapi secara gizinya melebihi dari makanan yang diberikan pasien umum,” paparnya.

drg Arif juga menjelaskan, virus korona membahayakan bila pasien mengalami kesulitan bernapas. Tapi, hal yang paling berbahaya dari korona adalah kecepatan persebaran atau penularannya. Sehingga, memakai masker menjadi hal yang wajib di kalangan masyarakat saat ini. “Masker ini melindungi diri kita, juga melindungi orang lain,” jelasnya.

Sementara itu, data dari Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Jember pada Rabu (6/5) lalu menunjukkan, jumlah pasien positif korona menjadi 12 orang, bertambah satu dari hari sebelumnya. Penambahan satu pasien adalah warga Sumberbaru yang mudik dari Papua ke Jember, dan saat ini di rawat di RS Djatiroto. Sementara itu, untuk pasien sembuh juga masih tetap satu, yaitu pasien positif pertama.

drg Arif berharap besar untuk pasien, baik inap ataupun jalan, untuk tetap jujur dan mengedepankan keselamatan bersama. Artinya, jika ada gejala klinis Covid-19, kontak erat dengan korona, ataupun pernah bepergian ke zona merah, alangkah baiknya mengatakan terlebih dahulu. Hal ini untuk melindungi petugas medis tertular korona.

Rumah sakit juga melakukan rapid test kepada seluruh pegawai rumah sakit. “Pertama diawali oleh petugas isolasi, dokter paru, bedah, IGD, selanjutnya rawat jalan, dan ke pegawai lainnya. Alhamdullliah, rapid test-nya nonreaktif,” tuturnya.

Sementara itu, yang menjalani tes swab adalah pasien dalam pemantauan (PDP) saja. Swab yang dikirim ke Surabaya pun lama. Bahkan, bisa satu hingga dua minggu untuk menentukan PDP itu positif atau tidak dari tes swab.

Reporter : Dwi Siswanto

Fotografer : Dwi Siswanto

Editor : Lintang Anis Bena Kinanti