Warga Butuh Jembatan Layak

JEMBATAN DARURAT: Warga melintas di jalan darurat yang dibangun zaman Belanda milik PG Semboro yang masih dimanfaatkan oleh warga.

RADAR JEMBER.ID – Warga di dua kecamatan, yakni Rejoagung (Semboro) dan Pondokjeruk (Jombang), membutuhkan jembatan. Selama ini mereka hanya mengandalkan jembatan yang dibangun pada tahun 1928. Jembatan yang ada selama ini memang untuk jembatan lori, khususnya pengangkut tebu saat panen.

IKLAN

Selama ini, kedua warga tersebut memanfaatkan jembatan yang dibangun PG Semboro. Kondisi lantainya mengkhawatirkan bagi pengendara khususnya sepeda motor. Di bagian lantai sudah banyak yang keropos dan berlubang. Apalagi, jembatan besi itu berada di atas Kali Tanggul.

Warga di dua kecamatan tersebut hanya berharap kepada pemerintah Kabupaten Jember untuk membangun. Nantinya kalau memang jembatan itu dibangun, akan menghubungkan Kecamatan Jombang dengan Semboro. Jalan ini memang satu-satunya jalur alternatif untuk warga. Karena kalau melewati jalan, biasanya akan semakin jauh,” ujar Sukamto, 34, warga Pondokjeruk, Jombang.

Sebenarnya mereka takut melintas di jalan yang sempit. Memang awalnya sudah ada jembatan yang dibangun Pabrik Semboro sejak tahun 1928 lalu. ”Kalau melintas malam hari, saya turun dari atas motor, karena jalannya banyak yang berlubang,” ujarnya. (*)

Reporter : Jumai

Fotografer : jumai

Editor : Rangga Mahardika