Pendapa Bupati Jadi Tempat Salat Tarawih 

Ramadan, Jangan Sebar Hoaks

BUAT TARAWIH: Selama bulan Ramadan, pendapa bupati berubah menjadi tempat ibadah. Selain dipakai Tarawih, juga dipakai tadarus.

BONDOWOSO RADAR JEMBER.ID – Selama malam bulan Ramadan 1440 H, Pendapa Bupati Bondowoso tidak akan pernah sepi. Sebab, pendapa berubah menjadi tempat ibadah. Ruang pendapa yang biasa dipakai pertemuan dan acara resmi disekat dengan kain putih. Jadilah tempat ibadah. Sisi utara untuk perempuan, sisi selatan untuk kaum laki-laki.

IKLAN

Bupati Salwa Arifin selaku tuan rumah, memberi tausiah pada Senin malam kemarin (6/5). Dia berpidato usai salat Tarawih. Bupati menyampaikan, Bulan Ramadan adalah bulan penuh berkah. Oleh karenanya, masyarakat harus memanfaatkan betul keistimewaan bulan ini. “Seluruh amalan pada bulan ini ditingkatkan oleh Allah, jangankan wirid atau zikir, tidurnya orang puasa saja sudah dinilai ibadah,” jelasnya.

Namun, tidak lantas ketika tidur itu ibadah, ketika puasa tidur terus-menerus. Makna dari tidur itu ibadah karena bisa menghindari dari hal-hal yang dilarang agama. Misalnya gibah, gosip, dan sebagainya adalah hal yang dilarang. Dari itu semua, lebih baik seseorang tidur karena tidak melakukan kemaksiatan.

Dijelaskannya, seluruh pahala dilipatgandakan. Karenanya, ketika seseorang bekerja diniatkan ibadah, maka pahala yang didapat juga berlipat ganda 10 sampai 700 derajat. Bahkan karena istimewanya, pahala puasa itu akan dihitung oleh Allah langsung tanpa perantara malaikat-malaikat-Nya. “Yang memberi pahala langsung Allah SWT. Karenanya, masyarakat diimbau untuk manfaatkan bulan ini untuk melaksanakan ibadah sebaik-baiknya,” jelasnya.

Selain itu, satu hal yang harus diperhatikan. Kemajuan teknologi membuat akses sosial ada di genggaman. Jangan sampai seseorang tidak mendapat pahala puasa karena gawai (gadget). Misalnya membuat atau menyebar hoaks. Media sosial adalah makanan masyarakat sehari-hari dan sangat rentan seseorang membuat atau menyebar hoaks. “Hindari perbuatan yang mengurangi pahala, seperti memfitnah, menyebar hoaks di medsos,” tegasnya. Karenanya, masyarakat harus pandai menggunakan gawai.

Khusus bagi para pejabat di organisasi perangkat daerah, Bupati Salwa Arifin menegaskan, kinerjanya tidak boleh loyo. Puasa tidak harus mengurangi semangat dalam bekerja. Justru seharusnya dengan memasuki Ramadan harus perbanyak ibadah dan tadarus. “Sehingga nantinya kembali pada fitrah. Melaksanakan Idul Fitri. Seperti baru dilahirkan,” jelasnya.

Pantauan Radarjember.id, Tarawih dan tadarus di pendapa ini diikuti oleh banyak kepala dinas. Selain itu, para staf dinas diberi jadwal untuk Tarawih di pendapa. Imam setiap harinya bergantian. Selain itu, banyak masyarakat sekitar pendapa bupati ikut dalam jamaah salat Tarawih tersebut. (*)

 

 

Reporter : Solikhul Huda

Fotografer : solikhul huda

Editor : Narto