Pengasuh Pondok Pesantren Al-Muhlisin Desa Balung Kidul, Balung

Ustad Muhlis

RADAR JEMBER.ID – Berpuasa menjadi kewajiban setiap umat Islam. Saking wajibnya, bahkan anak kecil harus diajari berpuasa setengah hari. Meskipun wajib, ada sebagian yang dibebaskan tidak berpuasa dengan syarat dibenarkan oleh hukum syariat. Berikut batasan orang yang dibebaskan dari tanggungan puasa.

IKLAN

Pertama, orang yang memiliki uzur atau keperluan yang tidak bisa ditinggalkan dan bukan dalam rangka bermaksiat kepada Allah SWT. Seperti musafir yang melakukan perjalanan lebih dari 80 kilometer, orang yang sudah tua renta atau sakit parah, ibu hamil atau yang sedang menyusui. Meskipun dibebaskan tidak berpuasa, mereka wajib untuk mengganti di lain hari jika sudah tidak uzur.

Selama berniat puasa, tidak ada alasan untuk membatalkan puasa. Meskipun ada halangan, jika ingat kepada Allah SWT, semua akan dilakukan dengan ikhlas dan niat untuk puasa tetap dilaksanakan.

Kedua, datangnya haid bagi seorang perempuan atau uzur lain. Selama uzur itu bukan dibuat sendiri, dan dibenarkan oleh syariat, maka boleh tidak berpuasa. Jika ada orang yang tidak berpuasa tanpa ada uzur atau halangan, hal itu harus diluruskan. Puasa tersebut tidak seharusnya dijadikan sebagai alasan atau aji mumpung bagi orang yang tidak mau berpuasa.

Menurutnya, ibadah puasa itu tidak dilakukan sepanjang tahun. Yakni hanya sebulan selama satu tahun. Orang yang tidak berpuasa karena bekerja berat atau lupa tidak sahur, dianggapnya mereka sebenarnya malas.

Mereka mencari alasan tidak berpuasa, padahal sebenarnya malas untuk puasa. Saran kepada para pekerja berat yang lupa sahur yakni mulai dipilah-pilih pekerjaan yang sesuai dengan kemampuannya. Hal itu bisa di-planning (dirancang) sebelum memasuki bulan Ramadan. Semua itu sebenarnya tergantung niatnya orang. (*)

Reporter :

Fotografer : maulana

Editor : Lintang Anis Bena Kinanti