KPU Siap Hadapi Segala Kemungkinan

Optimistis Tak Ada PHPU di MK

SEMUA SEMANGAT: Suasana rekapitulasi tingkat kabupaten belum lama ini yang di gelar KPU Jember di Aston.

RADAR JEMBER.ID – Giliran Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jember untuk membacakan rekapitulasi hasil pemilu tingkat Provinsi Jawa Timur tergolong akhir. Meski demikian, pemilu yang telah dihelat di Kota Suwar-Suwir tampaknya lancar. Bahkan, perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) yang harus ditempuh ke Mahkamah Konstitusi juga belum terlihat.

IKLAN

Komisioner KPU Jember Ahmad Hanafi menyebutkan, rekapitulasi tingkat provinsi untuk Jember baru mendapat giliran tadi malam. “Untuk Jember belum, jadwalnya nanti malam (tadi malam, Red). Semoga semua lancar,” kata Hanafi kepada wartawan Radarjember.id, kemarin (7/5).

Disinggung terkait apakah ada perubahan dari hasil pemilu di Jember, Hanafi menyebut sejauh ini tidak ada. Meski demikian, bisa saja setelah penetapan hasil pemilu tingkat nasional nanti ada yang mengajukan PHPU. “Untuk sekarang tidak ada perubahan. Nanti kan kita tunggu sampai penetapan nasional selesai,” ungkapnya.

Apabila ada gugatan PHPU ke Mahkamah Konstitusi (MK), KPU Jember pun diakuinya siap untuk menghadapi kemungkinan apa pun. “Kami sudah berupaya semaksimal mungkin dan semua dilakukan KPU sesuai prosedur. Sehingga kalau ada yang mengajukan perselisihan kami sudah siap,” tegasnya.

Hasil penelusuran Jawa Pos Radar Jember menyebutkan, seluruh tahapan pemilu sejak persiapan mulai DPT sampai pencoblosan tak ada persoalan yang signifikan. Berkaitan dengan kurangnya surat suara pada hari pencoblosan juga tak begitu signifikan karena peristiwanya hanya terjadi pada TPS berbasis DPTb.

Nah selanjutnya, pada proses pemilu kabupaten, insiden yang sempat ramai yaitu terjadi pada Dapil 2. Nama seorang calon dari Partai Hanura tidak masuk dalam surat suara. Kemudian, untuk perselisihan hasil pemilu sempat mencuat yaitu terjadi pada Dapil 6. Di dapil 6 ini terjadi perubahan data hasil suara yang selanjutnya formulir DA plano dibuka dan direkapitulasi ulang per kecamatan.

Dari sejumlah peristiwa itu, perlu diketahui jenis-jenis sengketa pemilu. Masing-masing yaitu sengketa tentang pelanggaran administrasi, sengketa pelanggaran tindak pidana, sengketa proses pemilu, serta sengketa terkait perselisihan hasil pemilu atau (PHPU). Nah, dengan memahami masing-masing jenis pelanggaran tersebut, sepertinya untuk Kabupaten Jember tak ada yang sampai ke MK, khususnya sengketa PHPU.

“KPU tetap menunggu sampai penetapan nasional. Apakah nanti ada PHPU atau tidak,” pungkas Hanafi. (*)

Reporter : Nur Hariri

Fotografer : dwi siswanto

Editor : Rangga Mahardika