Terkait Dugaan Pelanggaran Kampanye Kades

Bawaslu Perlu Keterangan Saksi Lagi

“Kami belum memastikan apakah itu pidana atau tidak, karena nanti akan menjadi opini di masyarakat.” Imam Tobroni Pusaka (Ketua Bawaslu Jember)

BEKERJA KERAS: Ketua Bawaslu Imam Tobroni Pusaka memastikan akan mengusut semua dugaan pelanggaran pemilu, termasuk yang diduga dilakukan Kades Tempurejo.

RADAR JEMBER.ID – Sebagian orang sudah ada yang menganggap hiruk pikuk pemilihan umum selesai. Namun, proses rekapitulasi tingkat provinsi dan pusat belum tuntas sepenuhnya. Tak hanya itu, segala persoalan yang berkaitan dengan hukum juga masih dalam proses. Salah satunya, dugaan pelanggaran pemilu yang dilakukan Alwi, Kades Tempurejo.

IKLAN

Ketua Bawaslu Jember Imam Tobroni Pusaka mengungkapkan, Bawaslu sudah memanggil dan memeriksa sejumlah saksi termasuk Kades Tempurejo. Meski sudah dilakukan klarifikasi, namun Bawaslu belum memutuskan apakah dugaan pelanggaran kades tersebut memenuhi unsur pidana atau tidak.

“Kami belum memastikan apakah itu pidana atau tidak, karena nanti akan menjadi opini di masyarakat. Kasus dugaan pelanggaran kades itu tentu kita akan kaji lagi, terutama dengan sentra Gakkumdu (Penegakan Hukum Terpadu). Apakah kasus ini sudah memenuhi unsur-unsurnya atau tidak,” katanya.

Tobroni menjelaskan, hasil klarifikasi yang dilakukannya terhadap Kades Alwi menghasilkan beberapa hal. Pertama, pidato di lapangan Jenggawah benar disampaikan Kades Tempurejo dan atas dorongan sejumlah pihak. “Hasil klarifikasi, Pak Kades mengakui bahwa dia berorasi seperti itu, tetapi tidak atas keinginan dia sendiri,” jelasnya.

Dalam klarifikasi yang dilakukan Bawaslu pada akhir April yang lalu, Bawaslu melempar sekitar 20 pertanyaan. Seluruh pertanyaan tersebut membutuhkan waktu sekitar satu setengah jam. “Selain kades, kita juga sudah meminta keterangan tiga atau empat saksi, termasuk panwascam yang saat itu hadir sendiri di Lapangan Jenggawah,” ucapnya.

Nah, begitu disinggung apakah kasus dugaan tersebut sudah ada benang merah atau belum, Tobroni menegaskan, pihaknya masih memerlukan saksi lagi untuk diminta keterangannya. “Kita akan memanggil saksi lagi dan kasus ini masih akan kita kaji lagi bersama Gakkumdu,” paparnya.

Sebelumnya sempat diberitakan, Bawaslu Jember memanggil Kades Tempurejo Alwi. Pemanggilan dilakukan guna mengklarifikasi kasus dugaan pelanggaran pemilu. Alwi datang ke kantor Bawaslu dengan dikawal oleh puluhan orang. (*)

Reporter :

Fotografer :

Editor :