Nasib Perusahaan Otobus di Tengah Pandemi Covid-19

Tak Ada Pilihan kecuali Kandangkan Armada

TIDAK BEROPERASI: Sejumlah armada bus terparkir rapi di garasi milik perusahan otobus Akas Asri di Kelurahan Kebonagung, Kaliwates. Sudah hampir dua minggu ini, perusahaan tidak mengoperasikan armadanya akibat pandemi Covid-19.

KALIWATES.RADARJEMBER.ID- Siang itu, garasi bus di Jalan Arwana, Kelurahan Kebonagung, Kecamatan Kaliwates terlihat sepi dan lengang. Puluhan armada bus milik perusahaan otobus asal Probolinggo itu sengaja dibiarkan kepanasan.

IKLAN

Jauh sebelum Covid-19 masuk ke negeri ini, setiap hari armada bus Akas Asri itu tinggal hitungan jari yang berada di garasi. Kendaraan berukuran besar tersebut sudah beroperasi ke mana-mana mengantarkan penumpang ke berbagai kota tujuan.

Namun, ketika berlangsung pandemi Covid-19 seperti saat ini, pengelola Akas Asri area Jember, terpaksa tidak menjalankan armada bus tersebut. Praktis sopir, kondektur dan kenek, untuk sementara waktu istirahat di rumah.

“Sebagian besar mulai akhir Maret lalu memang tidak beroperasi. Sampai kondisi aman dari serangan virus tersebut. Dan itu kami tidak tahu kapan,” ungkap Farid Wajdi, Supervisor Akas Asri Jember.

Lebih lanjut Farid menambahkan, kondisi seperti itu tidak cuma dialami oleh bus Akas Asri, perusahaan otobus lain di tanah air juga mengalami hal serupa. Selain itu, bus jarak jauh antar kota antar provinsi (AKAP), terutama tujuan Jakarta juga ikut dikandangkan. “Karena ada surat dari Dinas Perhubungan DKI Jakarta, bus dari luar kota tidak dibolehkan masuk ibukota,” imbuh Farid.

Selain itu, berapa armada bus pariwisata Akas Asri ikut-ikutan pula “bobok manis” di garasi. Ini Karena pemerintah melakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dan menutup semua tempat wisata di Indonesia.

Hal senada dikatakan oleh Muhammad Samsuri, pengatur Akas Asri Jember. Menurutnya, pandemi Covid-19 ini membuat perusahaan otobus kelimpungan dan harus menanggung rugi. “Gara-gara Covid -19 pemerintah akan memberlakukan larangan mudik ke kampung halaman. Itu berarti untuk tahun ini perusahaan otobus absen tidak mengangkut pemudik,” katanya.

Sebelumnya, dia mengungkapkan, bus ini sempat mencoba tetap bertahan di trayek Jember-Denpasar. Namun hal itu tidak berselang lama dan sulit dilakukan, karena pemerintah daerah di wilayah Provinsi Bali juga menerapkan ketentuan seluruh penumpang bus wajib mengantongi KTP Bali.

Dari catatan Akas Asri Jember, selama ini bus-bus tersebut melayani trayek Jember-Jakarta, Jember- Surabaya, Jember-Denpasar dan Jember-Madura. (*)

Reporter : Winardyasto

Fotografer : Winardyasto

Editor : Mahrus Sholih