Ini Dia Robot Goodbye Korona dari Polije

KARYA MAHASISWA: Ini bukan sekedar mobil remot biasa. Tapi robot yang mampu membantu pencegahan penularan korona dengan menyemprotkan cairan disinfektan.

TEGALBOTO.RADARJEMBER.ID- Kuliah di rumah via daring tidak membuat mahasiswa Politeknik Negeri Jember (Polije) berhenti berkarya. Setelah sukses meraih juara di kontes robot pemotong padi, kini mereka juga membuat robot peduli korona yang dinamakan GC-Robot atau Goodbye Covid-19 – Robot.

IKLAN

Bentuknya tidak seperti robot selayaknya bayangan kita selama ini. Memiliki kepala, kedua tangan, dan kedua kaki. Tapi robot itu lebih mirip dengan mobil remote control. Walau mirip mobil mainan, tapi ini adalah robot yang bisa dimanfaatkan oleh petugas medis untuk mencegah penularan virus korona.

Robot karya lima mahasiswa Polije ini bentuknya persegi dengan bagian depan meruncing. Memiliki tiga roda, robot berwarna abu-abu itu mulai melaju ke lorong-lorong Jurusan Teknik Informaka Polije, kemarin (7/4). Dari kejauhan, mahasiswa Polije Robby Ardiansyah mengemudikan robot tersebut dengan remot yang biasanya dipakai untuk pesawat tanpa awak alias drone.

Robot ini mulai dikenalkan pihak kampus. Tujuannya, sebagai upaya untuk mencegah penularan korona, terutama bagi petugas medis yang merawat pasien korona. Sehingga, robot itu didesain bisa mengantarkan makanan bagi pasien Covid-19. Termasuk juga bisa menyemburkan cairan disinfektan pada bagian atas robot yang bentuknya menyerupai antena.

“Robot ini memang didedikasikan untuk mereka perawat pasien korona dan penyemprot disinfektan,” kata Syamsiar Kautsar, dosen Polije yang membimbing lima mahasiswa dalam pembuatan RPCP ini.

Ide yang muncul dari mahasiswa jurusan Teknologi Informasi (TI) Polije itu kemudian dibimbing oleh Syamsiar. Dalam proses pekerjaaanya pun, tidak memakan waktu banyak. “Selama satu minggu saja,” katanya. Pekerjaan secepat itu, kata dia, lantaran lima mahasiswa itu sudah terbiasa dengan pembuatan robot. Apalagi, mereka baru saja membuat robot pemotong padi yang berhasil keluar sebagai juara dalam kontes robot tahun kemarin.

M Masfukh, ketua tim pembuatan robot peduli korona ini mengatakan, sejak berlakunya kuliah berbasis daring, dia bersama teman-temannya yang lain, mulai bosan begitu-begitu saja di kosan. Apalagi, sebelumnya dia sering keluar masuk laboratorium robot. Belajar dari kamar kos, tentu membuatnya menjadi kangen menyambangi laboratorium.

Kemudian Masfukh bersama empat teman lainya, memiliki ide bagaimana membuat robot yang bisa membantu mereka yang bertugas memberantas korona. Apalagi saat ini, wabah itu kian merebaknya. Bahkan mulai menyebar di beberapa daerah, termasuk Jember sendiri.

Ide itu semakin kuat, lantaran imbauan WHO agar tidak menyemprotkan cairan kimia disinfektan ke manusia disosialisasikan secara massif. Lantaran bisa berbahaya jika terkena kulit ataupun mata. Terlebih, semakin hari kian banyak orang yang melakukan penyemprotan. “Sehingga, robot ini bisa membantu petugas penyemprotan disinfektan agar tidak mengenai secara langsung,” paparnya.

Selain itu, robot ini juga bisa difungsikan untuk pengantar makanan, barang, ataupun obat kepada pasien korona yang tengah diisolasi. Tentu saja ini, alat canggih itu bisa membantu kinerja perawat untuk menjaga jarak dengan pasien. “Selain itu juga bisa mengeluarkan sinar UV yang dipercaya bisa mensterilkan,” ujarnya.

Cepatnya waktu yang digunakan untuk merakit, karena para mahasiswa itu memakai bahan robot yang selama ini suda digunakan. “Bahanya pakai robot yang dulu. Makanya bisa cepat, jika ditotal uang mungkin biayanya bisa mencapai Rp 10 juta,” terang Masfukh.

Robot yang bentuknya mungil, membuat robot ini begitu lincah menjelajah lorong-lorong, hingga di bawah meja. Memakai remote drone, jangkauan untuk mengendalikan robot juga semakin jauh seperti mengendalikan pesawat tanpa awak. (kl)

Reporter : Dwi Siswanto

Fotografer : Dwi Siswanto

Editor : Mahrus Sholih