Uang Diduga Mengalir ke ASN

Kasus Korupsi RTLH di Kelurahan Karangrejo

CATUT NAMA ASN: Dua terdakwa korupsi RTLH Karangrejo menghadap majelis hakim dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Surabaya. Dalam surat dakwaan, uang korupsi itu juga mengalir ke sejumlah pegawai pemkab. 

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kasus korupsi program bedah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Kelurahan Karangrejo, Sumbersari, menyeret empat nama pegawai di lingkungan Pemkab Jember. Mereka adalah aparatur sipil negara (ASN) yang bekerja di Dinas Permukiman Rakyat, Kawasan Terpadu, dan Cipta Karya.

IKLAN

Hal itu terungkap dalam surat dakwaan yang dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Jember di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya, Kamis (2/1) pekan lalu. Dalam surat itu disebutkan, ada dugaan sejumlah dana mengalir ke para abdi negara tersebut.

Sidang agenda pembacaan dakwaan dari JPU ini dibacakan secara bergiliran oleh Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Jember Setyo Adhi Wicaksono dan Kepala Seksi Barang Bukti (Kasi BB) Triyono. “Seperti yang sudah kami bacakan, semua sudah benar. Nama-nama ASN tersebut tercatut dalam dakwaan. Lebih lanjutnya, tentu dibuktikan pada pemeriksaan saksi dan pemeriksaan terdakwa,” tutur Setyo.

Setyo menyebutkan, terdakwa membelanjakan material bangunan. Namun, pada akhirnya terdapat selisih jumlah sampai ratusan juta. Di dalam dakwaan, terdakwa Dian Lucki Puspitasari sebagai anggota Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Desa Karangrejo, dananya diberikan ke empat ketua kelompok dan sejumlah pegawai di Dinas PU Cipta Karya.

Sebagai lanjutan, Kamis (9/1) besok, sidang dengan agenda pemeriksaan saksi kembali digelar di Pengadilan Tipikor Surabaya, Sidoarjo. Nantinya, pihak JPU bakal mendatangkan empat saksi. Keempatnya tersebut berasal dari kalangan ASN Pemkab Jember. “Kami berharap para saksi tersebut hadir di sidang tipikor. Sebelumnya, dalam penyidikan kami sudah memanggil banyak saksi,” imbuh Setyo kepada Jawa Pos Radar Jember, kemarin.

Selain Dian Lucki Puspitasari, skandal korupsi RTLH ini juga menjerat Muhammad Ridwan Sidik. Ridwan merupakan pemilik toko penyuplai bahan bangunan untuk program renovasi RTLH Pemkab Jember anggaran 2017 silam.

Jawa Pos Radar Jember mengonfirmasi Plt Kepala Dinas Permukiman Rakyat, Kawasan Terpadu, dan Cipta Karya Jember Yessiana Arifa tentang dicatutnya empat nama pegawaianya. Apakah ada upaya ‘bersih-bersih’ yang dilakukan secara internal. Sayangnya, upaya konfirmasi itu tak membuahkan hasil. Pertanyaan yang diajukan wartawan melalui pesan WhatsApp tak direspons oleh pejabat yang juga merangkap Kepala Dinas PU Bina Marga dan Sumberdaya Air (PU BMSDA) tersebut.

Reporter : Muchammad Ainul Budi

Fotografer : Grafis Reza

Editor : Mahrus Sholih