Merespons Penampilan Cinta Laura 

Para Tokoh Bikin Tujuh Keputusan

MENJELASKAN: Kapolres Jember AKBP Kusworo Wibowo memberikan penjelasan terkait keluh kesah para tokoh masyarakat soal kostum Cinta  Laura.

RADAR JEMBER.ID – Polemik penampilan Cinta Laura dalam pergelaran Jember Fashion Carnival (JFC) membuat para tokoh masyarakat bersuara. Mereka berkumpul di Pendapa Kabupaten Jember merumuskan tujuh keputusan, kemarin (6/8).

IKLAN

Berbagai pihak yang terlibat didatangkan dalam pertemuan tersebut. Mulai dari kepanitiaan JFC, tokoh masyarakat, kiai, alim ulama, dandim, Kapolres, dan lainnya. Sejumlah tokoh masyarakat mengaku keberatan atas penampilan Cinta Laura yang dinilai mengumbar bagian tubuh yang tak layak dilihat masyarakat.

Tujuh keputusan yang dihasilkan dalam pertemuan tersebut di antaranya permintaan maaf secara tertulis. Kemudian, harus melaksanakan pertaubatan missal atau istighotsah. Ketiga, JFC tidak berkomentar yang membuat suasana bertambah runyam. Ke empat, evaluasi pelaksanaan waktu agar tidak di waktu salat. Kelima, kostum harus sesuai dengan batasan-batasan masyarakat Jember yang merupakan Kota Santri dan religius. Keenam, memperhatikan masalah ekologi, taman, dan lainnya. Ke tujuh, JFC ke depan harus ada dipresentasikan sebelum diperagakan. “Kami melihat adanya keresahan dari tokoh agama yang menyayangkan pelaksanaan JFC terkesan mengumbar aurat,” kata AKBP Kusworo Wibowo, Kapolres Jember.

Para tokoh masyarakat dari kalangan alim ulama dan kiai itu telah menyampaikan keluh kesah dan harapannya pada pelaksanaan JFC mendatang. Pertemuan itu diharapkan benar-benar dapat mencairkan masalah yang ada. “Alhamdulillah, ini disambut baik, dan dari para kiai menyampaikan supaya JFC meminta maaf kepada masyarakat atas tampilan bagian JFC yang mengumbar aurat,” tuturnya.

Kusworo meminta para tokoh dari kalangan kiai menahan agar santri mereka tidak melaksanakan aksi. “Meskipun itu masih tetap ada aksi, selagi itu tidak anarkis, namanya penyampaian pendapat di muka umum itu boleh-boleh saja. Namun, pikir kami untuk apa, toh sudah diselesaikan di sini,” tandasnya. (*)

Reporter : Maulana

Fotografer : Maulana

Editor : Bagus Supriadi