Ngaku Waker Kebun, Rampas HP Pakai Sajam

TERTUNDUK: Kapolres Jember AKBP Kusworo Wibowo (tengah) mencecar tersangka perampasan HP yang bermodus petugas keamanan kebun saat pers rilis di polres setempat.

RADARJEMBER.ID, JEMBER- Empat pemuda yang lagi asyik cangkrukan di Pos Satpam PTPN XII Kebun Renteng, Desa Mangaran, Kecamatan Ajung, harus gigit jari. Karena, empat buah HP milik mereka dirampas oleh orang yang mengaku sebagai keamanan Kebun Renteng, Minggu (4/8) pukul 13.45.

IKLAN

Keempat pemuda yang dirampas HP-nya masing-masing Abdul Gafur, 21, warga Dusun Patemon, Desa Mangaran, Ajung, Beni Irawan, 20, warga Dusun Bringin Lawang, Desa Wonojati, Jenggawah, Riski Agustino, 17, warga Dusun Loncatan, Desa Mangaran, Ajung, serta Sugeng Effediul, 16, warga Dusun Patemon, Desa Mangaran, Kecamatan Ajung.

Sebelum kejadian, keempat pemuda tersebut sedang duduk di Pos Kebun Renteng. Di dalam pos tersembut mereka menemukan satu botol yang berisi minuman arak. Namun tak lama kemudian, datang Herman, 31, warga Dusun Tugusari, Desa Kaliwining, Kecamatan Rambipuji. “Dia menodongkan senjata tajam berupa celurit,” ujar Abdul Gofur, salah seorang korban.

Kepada para korban, pelaku mengaku sebagai waker atau petugas keamanan Kebun Renteng. Sambil menodongkan celurit, pelaku meminta para korban menyerahkan botol yang berisi arak. “Tak hanya itu, tersangka ini juga merampas HP milik empat korban,” ujar AKBP Kusworo Wibowo, Kapolres Jember, saat menggelar pers rilis kasus ini di polres setempat, Rabu (7/8).

Menurut Kusworo, setelah merampas empat buah HP, pelaku lantas meminta para korban menuju Pos Satpam Kebun Renteng. Saat itu, tersangka berada di belakang korban. “Ternyata setelah ditunggu di pos satpam, tersangka ini tidak datang,” terangnya.

Beberapa waktu berjalan, tersangka tak kunjung datang. Akhirnya para korban melaporkan kasus ini ke polisi dan memberitahu ciri-ciri pelaku. “Tak membutuhkan waktu lama, tersangka ini berhasil dibekuk anggota Reskrim Polsek Jenggawah,” pungkas Kapolres. (*)

Reporter : Jumai

Fotografer : Jumai

Editor : Mahrus Sholih