Hilang 26 Jam, Ditemukan Sudah Meninggal

DITEMUKAN MENINGGAL: Polisi menunjukkan lokasi ditemukannya jenazah korban yang tubuhnya tertindih motor.

RADARJEMBER.ID, JEMBER – Warga Dusun Krajan, Desa Garahan, Kecamatan Silo mendadak gempar. Pasalnya Suwardi, 45, warga setempat yang sempat hilang ditemukan meninggal dunia di dalam jurang sedalam empat meter, Rabu (7/8) pukul 16.00.

IKLAN

Kali pertama, korban ditemukan oleh warga yang saat itu mencari rumput di jurang bawah pohon pinus milik Perhutani.  Awalnya, saksi hanya melihat motor Honda Supra milik korban. Setelah dicek, ternyata tubuh korban tertindih motor tersebut dan sudah dalam keadaan tak bernyawa.

Kabar hilangnya korban ini diketahui, setelah keluarga kehilangan kontak pasca memperbaiki saluran air milik Yanto, 40, pemilik warung Lumayan di Dusun Sidodadi, Desa Sidomulyo, Silo. Kala itu, HP korban pada pukul 21.00 masih ada nada sambung namun tak diangkat. Hilangnya korban ini juga dilaporkan ke Lusi, 39, istrinya. Saat itu juga keluarga korban mencari di sepanjang rel kereta api.

Karena sejak pagi korban ini memang dimintai tolong untuk memperbaiki saluran air yang menuju warung Lumayan milik Yanto.  “Paginya korban setelah memperbaiki saluran air sempat pulang untuk mandi. Namun, setelah mandi korban kembali lagi pada pukul 13.00 karena air masih belum mengalir,” ujar Lusi, istri korban.

Korban mulai jam 13.00 setelah kembali lagi sudah tidak bisa dikontak. Pencarian korban dilakukan hingga pukul 01.00 di sepanjang rel tempat memperbaiki pipa saluran air yang menuju tandon milik Yanto. Korban baru ditemukan sore hari oleh pencari rumput. Saat ditemukan posisi korban di dalam jurang tertindih motornya.

Kejadian itu baru dilaporkan ke polsek oleh pemilik warung. Karena setiap harinya korban bekerja di warung Lumayan sebagai tukang parkir. “Tapi, korban ini dimintai tolong untuk memperbaiki saluran air yang menuju tandon karena macet,” ujar Hary Wahyono, Kapolsek Silo.

Setelah dievakuasi dari dalam jurang, korban langsung dibawa pulang ke rumah duka. Karena keluarga korban tidak mau untuk dilakukan visum. “Polisi juga melibatkan petugas medis dari Puskesmas Silo,” pungkas Kapolsek. (*)

Reporter : Jumai

Fotografer : Jumai

Editor : Mahrus Sholih