Wabup Temui Aliansi Santri saat Demo JFC

MENDINGINKAN SUASANA: Wakil Bupati Jember Abdul Muqit Arief (tengah), didampingi Kapolres Jember AKBP Kusworo Wibowo (kanan), menemui aliansi santri saat melakukan orasi di depan Kantor Pemkab Jember, Rabu (7/8).

RADARJEMBER.ID, JEMBER- Puluhan orang mengatasnamakan diri Aliansi Santri Jember (ASJ), mengadakan aksi turun ke jalan di depan Kantor Pemkab Jember, Rabu (7/8). Kedatangan mereka untuk menggelar demonstrasi terkait perhelatan Jember Fashion Carnaval (JFC) ke-18 beberapa waktu lalu.

IKLAN

Saat diwawancarai, Fathurrahman, Koordinator Lapangan (Korlap) Aksi mengatakan, ASJ mengkritisi penampilan Cinta Laura, salah satu artis ibukota, yang mengenakan busana tidak sesuai tradisi ketimuran.

“Kami ASJ merasa keberatan dengan penampilan Cinta Laura seperti itu. Apalagi di hadapan penonton. Padahal di antara penonton tidak sedikit anak-anak,”ungkapnya.

Dalam demo tersebut, ASJ mengajukan beberapa tuntutan. Di antaranya, penyelenggara JFC dan Bupati Jember meminta maaf kepada masyarakat Jember. “Selain itu pelaksanaan JFC tahun depan harus lebih menonjolkan budaya lokal Jember, serta JFC tidak lagi mengimpor budaya asing,” katanya.

Sementara itu, Wakil Bupati Jember Abdul Muqit Arief menyempatkan diri menemui para santri. Pejabat yang juga Pengasuh Ponpes Al Falah, Karangharjo, Silo tersebut, bakal memperhatikan aspirasi ASJ dan berjanji ke depan pergelaran JFC akan lebih baik lagi.

“JFC ini aset daerah dan mampu mendatangkan wisatawan datang ke Jember. Karena itu, masukan saran dari santri ini akan dijadikan acuan pelaksanaan JFC. Bahkan nantinya, sebelum JFC dilangsungkan akan terlebih dipresentasikan di depan tokoh agama, sehingga kejadian seperti ini tak terulang lagi,” tandasnya. (*)

Reporter : Winardyasto

Fotografer : Winardyasto

Editor : Mahrus Sholih