Belum Semua GTT Terima Honor

Wawan dwi/radar jember GURU TIDAK TETAP: PGRI Jember menengarai, belum semua GTT yang sudah diberi penempatan tugas ke sejumlah sekolah mendapat honor. Oleh karena itu, PGRI mendesak agar seluruh GTT segera mendapatkan haknya.

JEMBER KOTA – Pemkab Jember menjanjikan honor pada guru tidak tetap (GTT) di Jember dengan nilai honor sekitar Rp 1,4 juta per bulan. Namun hingga kemarin, belum semua GTT (yang mendapatkan surat penugasan dan dipindah ke sejumlah sekolah) mendapatkan janji yang disampaikan tersebut.

IKLAN

Hal itu disampaikan oleh Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Cabang Jember Supriyono. Dirinya mengatakan, dalam pertemuan antara PGRI dengan GTT beberapa hari lalu, diketahui bahwa baru beberapa GTT yang sudah menerima. “Kabarnya, sekitar 500 orang GTT yang sudah menerima honor. Padahal, masuknya sekitar 3.400 orang,” ucap Supriyono.

Sementara 2.700 GTT lainnya yang juga menerima surat penugasan dari Pemkab Jember, diakuinya masih belum menerima honor. Pihaknya pun belum tahu terkait dengan kejelasan kapan honor seluruh GTT akan dicairkan.

Penilaian besaran honor ini diakuinya juga belum jelas. Pasalnya, nilai honor ini berbeda-beda juga antar GTT. “Mereka juga tidak tahu dasar pemberian honor itu sesuai masa kerja ijazah atau jenjang, atau bagaimana, karena tidak ada penjelasan lebih dahulu pada GTT,” jelasnya.

Bahkan, ada beberapa GTT yang masa kerjanya 14 tahun, justru hanya menerima honor relatif kecil melalui rekening banknya. Informasinya, ini berbanding terbalik dengan GTT yang baru 2 tahun kerja dan menerima honor Rp 2-5 juta untuk 6 bulan masa kerja sejak Januari 2018 lalu.

Oleh sebab itu, Supriyono berharap agar pemerintah menjelaskan pada GTT, utamanya terkait dasar penghitungan honor tersebut.

Ia tidak ingin kebijakan pemerintah yang bermaksud dan bertujuan baik, kemudian berdampak terhadap ketidaktenangan GTT. “Karena ini untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Jember,” katanya.

Pihaknya mengaku sudah sempat bertanya pada pihak-pihak terkait, baik Dinas Pendidikan, maupun Badan Kepegawaian Daerah. Namun, belum memperoleh penjelasan memuaskan. “Seharusnya kriteria ini disampaikan jugalah,” sambungnya.

Mestinya, ada standar atau rata-rata yang disesuaikan terkait nilai honor yang diberikan. Sehingga, ada perbedaan untuk honor yang diterima. Misalnya, dengan kriteria masa kerja GTT yang ada seperti ijazah terakhir. Ataupun misalnya juga, dengan linear jurusan dengan mata pelajaran yang diampu.

Sementara itu, Alfian Andri Wijaya, anggota Komisi D DPRD Jember berpendapat, seharusnya honor segera dicairkan ke semua GTT yang sudah dapat surat penugasan. “Jika nominal honor tidak sama, jauh sebelumnya sudah dikalkulasi,” katanya.

Sementara itu, Bupati Jember Faida yang dikonfirmasi mengenai belum cairnya seluruh honor ribuan GTT ini malah enggan memberikan keterangan. Bahkan, Faida meminta media untuk mencarinya sendiri. “Nah, kan tugasnya wartawan untuk mencari kebenaran,” kata Faida, usai Rapat Paripurna LPP APBD 2017 di Gedung DPRD, awal pekan ini. (ram/mgc/hdi)

Reporter :

Fotografer :

Editor :