Puncak Arus Balik Diprediksi Sabtu-Minggu

HATI-HATI: Suasana Jalan Raya Sultan Agung terlihat lancar. Puncak arus balik Lebaran di Kabupaten Jember diprediksi akan terjadi pada Sabtu dan Minggu atau tanggal 8-9 Juni.

RADARJEMBER.ID – Libur hari raya Idul Fitri yang ditetapkan pemerintah hampir berakhir. Nah, puncak arus balik Lebaran pun diprediksi akan terjadi pada hari Sabtu dan Minggu tanggal 8-9 Juni 2019. Pada waktu itu pun pemerintah melarang kendaraan besar melintas di jalan nasional.

IKLAN

Seperti diketahui, libur hari raya kali ini terjadi lebih awal yaitu sejak tanggal 1 sampai 9. Saat mudik, pegawai negeri sipil atau pegawai swasta bisa pulang dengan rentang waktu yang cukup panjang. Namun, pada arus balik ini diprediksi akan menumpuk pada akhir masa libur atau hingga Senin (10/6) dini hari.

Prediksi puncak arus balik tersebut, menurut Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kabupaten Jember Hadi Mulyono, juga sesuai dengan prediksi pemerintah pusat. “Untuk arus balik, diprediksi terjadi pada Sabtu-Minggu. Bisa juga sampai Senin dini hari,” ucapnya.

Dengan adanya prediksi puncak arus balik tersebut, pemerintah melalui Dishub mengimbau agar warga lebih berhati-hati selama di perjalanan. “Kalau bisa, jangan memilih arus balik pada Sabtu-Minggu. Jumat bisa lebih sepi,” ucapnya.

Untuk menghindari kemungkinan buruk saat berada di perjalanan, Dishub mengingatkan agar masyarakat mempersiapkan segala hal yang dibutuhkan. “Termasuk kesiapan kendaraan, pastikan dalam keadaan baik,” papar Hadi Mulyono.

Disinggung terkait puncak arus balik yang diprediksi paling padat di Jember, Hadi mengungkap, tidak jauh berbeda dengan yang terjadi saat arus mudik yang lalu. Yaitu di sepanjang Jalan Gumitir, perbatasan Jember-Banyuwangi, pertigaan Silo, perempatan Mangli, serta di depan alun-alun atau di sekitar pasar Rambipuji.

Sementara itu, untuk mengantisipasi tersendatnya arus lalu lintas yang akut, menurutnya Dishub terus berkoordinasi dengan pihak Satlantas Polres Jember. Sejumlah lokasi yang diketahui rawan kepadatan akan dijaga dan diatur oleh petugas. “Sampai arus balik selesai, kami tetap melibatkan para juru parkir agar mengatur kendaraan yang parker agar tidak sembarangan. Kemudian, tentunya kami bekerja sama dengan Polres Jember,” jelasnya.

Hadi menegaskan, selama arus balik yang puncak kepadatannya telah diprediksikan, maka seluruh kendaraan besar atau kendaraan pengangkut barang dilarang melintas di jalan nasional. Larangan tersebut bukan saja dating dari Dishub Jember akan tetapi langsung dari Kementerian Perhubungan.

Dikatakannya, larangan kendaraan barang beroperasi sudah diatur secara jelas dalam Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 37 Tahun 2019 tentang Pengaturan Lalu Lintas pada Angkutan Lebaran. Permenhub juga mengatur tentang waktu mengenai waktu larangan kendaraan barang beroperasi di jalanan nasional.

“Untuk kendaraan pengangkut barang dilarang melintas di jalan nasional. Khusus Jember terutama pada jalan raya jurusan Jember-Banyuwangi. Larangan kendaraan barang beroperasi selama arus balik yaitu tanggal 8 sampai 10 Juni 2019,” tegas Hadi Mulyono.

Informasi yang berhasil dikumpulkan, larangan pengangkut barang yang tetap boleh beroperasi yaitu khusus yang mengirim kebutuhan pokok. Di antaranya, kendaraan barang atau pengangkut air minum kemasan. Kendaraan pengangkut ternak, pupuk, paket pos, uang, bahan bakar minyak, serta gas. Selain itu, pengangkut barang sembilan bahan pokok (sembako) seperti beras, gula pasir, minyak goreng dan mentega, daging sapi dan ayam, telur ayam, susu, jagung, minyak tanah, garam beryodium, tetap diizinkan.

Reporter : Nur Hariri

Fotografer : Dwi Siswanto

Editor : Hadi Sumarsono