Sosialisasi GPN Menyasar Mahasiswa

SUKSES: Sejumlah mahasiswa tertarik untuk menukarkan ATM miliknya dengan kartu GPN, seusai mendapat sosialisasi dari Bank Indonesia.

RADAR JEMBER.ID – Perputaran siklus rupiah di era virtual ternyata memberikan dampak yang signifikan kepada masyarakat. Yakni keinginan dan tuntutan yang serba cepat, praktis, dan tidak bertele-tele.

IKLAN

Untuk menjawab tantangan itu, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jember terus melakukan sosialisasi kartu Gerbang Pembayaran Nasional (GPN) ke sejumlah kampus sejak awal tahun. Salah satunya di Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember.

Cici Amelia dari Bagian Pengawasan Sistem Pembayaran, Peredaran Uang Rupiah, dan Keuangan Inklusif mengatakan, tujuan dari pelaksanaan sosialisasi tersebut adalah untuk memberikan edukasi kepada masyarakat tentang GPN. Pemilihan kampus dengan sasaran mahasiswa, baginya, bukan tanpa alasan. Sebab, selain akan menjadi pemimpin, persebaran informasi di internal kaum akademik lebih cepat. Akibatnya akan mudah berimbas terhadap masyarakat secara umum.

Acara sosialisasi tersebut selama ini digelar masif ke sejumlah kampus. Kemudian, juga ke tempat-tempat umum seperti terminal dan stasiun. Sebab, pihaknya menilai sarana transportasi umum masih digemari masyarakat, alias ramai dengan pengunjung dan penumpang. “Kemarin terminal Banyuwangi juga kita kasih banner. Pokoknya kita maksimalkan di semua lini,” tegasnya.

Kartu GPN, kata dia, merupakan desain dan sistem baru yang dikeluarkan oleh BI secara langsung. Secara sederhana, kartu tersebut memiliki jaringan yang menghubungkan antarbank, alias tidak perlu lagi setiap orang memiliki dua kartu bank atau anjungan tunai mandiri (ATM). “Jadi, kalau kita mau belanja ke department store, kita tidak perlu ganti kartu pada EDC milik bank lain,” tutur Cici.

Bahkan, dengan kartu tersebut, lanjut dia, nasabah tidak perlu khawatir. Setiap ingin bertransaksi dengan bank apa pun, pemilik tabungan tidak akan terkena biaya tambahan. Hal itu karena mekanismenya sudah diatur dan terkoneksi. “Karena sistem sudah terkoneksi, biaya yang dikenakan lebih murah atau bisa jadi gratis,” ungkapnya.

Selain itu, proses yang dilakukan juga lebih ringkas dan sederhana, dan meringkas sistem ritel pembayaran di Indonesia. Sebab, kolaborasi sistem yang dibuat oleh BI, dengan bank umum merupakan satu kesatuan yang saling melengkapi. “Dulu pasti di kartu ATM ada logo Master Card atau Visa. Mulai sekarang itu akan di ganti jadi GPN,” ujar Cici.

Pihaknya mengimbau kepada masyarakat untuk segera menukarkan kartu ATM-nya. Apalagi, pada 2020 mendatang seluruh nasabah wajib menggunakan GPN. “ATM-nya tidak akan diblokir, tapi bank wajib mengimbau kepada nasabahnya untuk memakai GPN,” pungkasnya. (*)

Reporter :

Fotografer : rifai

Editor : Lintang Anis Bena Kinanti