Sidak Dua Pekan Sekali

Kepala BPOM Jember Eko Agus Budi Darmawan

RADAR JEMBER.ID – Sejak memasuki bulan puasa, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Jember telah menemukan banyak produk makanan olahan yang tidak sesuai dengan standar kesehatan. Hal itu karena makanan yang tidak layak konsumsi alias kedaluwarsa sudah banyak beredar di pasar-pasar tradisional. Selain itu, banyak terdapat makanan lokal yang belum memiliki lisensi yang jelas.

IKLAN

Kepala BPOM Jember Eko Agus Budi Darmawan mengatakan, sebelum bulan puasa tiba, pihaknya sudah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke beberapa titik. Itu dilakukan untuk mengetahui sejauh mana peredaran makanan yang tak layak. Selama melakukan sidak, pihaknya menemukan ada ratusan makanan yang tak layak konsumsi alias sudah kedaluwarsa.

Bulan Ramadan ini, kata dia, pihaknya akan sering melakukan sidak di pasar-pasar tradisional. Sebab, makanan yang tidak layak tersebut, harus segera ditarik dari pasar agar tidak sampai ke tangan konsumen. “Kami rencanakan dua minggu sekali. Nanti kita akan masuk ke tempat-tempat yang ramai pembeli,” tutur Eko, panggilan akrabnya.

Sebelum membeli makanan, lanjut dia, masyarakat diminta untuk lebih bijak dalam memilih produk, terutama harus dilihat tanggal kedaluwarsanya. Hal itu perlu dilakukan, sebab tingkat risiko keracunan pada tubuh lebih besar. “Sangat berbahaya jika dikonsumsi. Setiap makanan memiliki karakter yang berbeda. Jadi, gejala dan tingkat risikonya juga berbeda,” ujarnya.

Selain itu, kata dia, jika bentuk makanan dan kemasan sudah rusak, masyarakat diimbau untuk tidak membeli. Meskipun dengan promo yang sangat murah meriah. Sebab, jika sering mengonsumsi makanan tak sehat alias kedaluwarsa, bisa membuat kerusakan organ dalam tubuh. “Perlu waspada karena tidak semua makanan sehat. Harus diteliti dulu sebelum di konsumsi keluarga,” pungkasnya. (*)

Reporter :

Fotografer : rifai

Editor : Hadi Sumarsono