Jembatan Ambrol, Truk Muatan Batu Terperosok ke Sungai

BUKAN ATRAKSI: Truk bermuatan batu yang dikendarai Zaenal, 30, warga Lumajang, jatuh ke sungai setelah jembatan yang dilewatinya ambrol, Senin (7/5) pukul 09.30.

IKLAN

RADARJEMBER.ID: Sebuah dump truck M 8462 UA yang disopiri Zaenal, 30, warga Sumbersuko Kabupaten Lumajang, jatuh ke sungai di Lingkungan Kramat, Kelurahan Kranjingan, Kecamatan Sumbersari, Senin (7/5) pukul 09.30.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Hanya, truk tersebut terperosok.

Saat truk sarat muatan batu itu melaju di atas jembatan, tidak ada kendaraan lain yang melintas. Sebab, jembatan itu memang sempit.

Rencananya Zaenal mengantar batu itu untuk proyek pembangunan plengsengan saluran irigasi tidak jauh dari jembatan tersebut.

”Sebenarnya banyak truk yang melintas. Karena sebelumnya ada beberapa truk pengangkut batu untuk proyek plengsengan juga lewat. Tetapi saat truk itu (yang disopiri Zaenal) lewat, tiba-tiba jembatan patah jadi dua,” jelas Syaiful, 32, warga sekitar.

Diduga, jembatan tak mampu menahan beban truk ditambah muatan batu. Karena jembatan tersebut memang sebenarnya bukan untuk kendaraan bertonase besar.

Bahkan, di ujung jalan yang menuju rumah penduduk juga pernah dipasang portal dari bambu. ”Jembatan ini hanya boleh dilewati kendaraan kecil saja. Bukan truk yang isinya batu untuk proyek,” ujar Syaiful.

Kata dia, ada jalan lain bagi truk muatan berat seperti batu material. Yakni, lewat Jalan Letjend Sutoyo, dan masuk lewat Perumahan Kramat 1. Namun jalur yang aman ini lebih jauh. Karena itulah, sopir truk lebih suka lewat jembatan kecil yang akhirnya patah tersebut.

Akibat ambruknya jembatan ini, warga yang tiap hari pergi ke pasar Gladak Pakem tidak bisa lewat lagi. ”Padahal kalau lewat Perumahan Kramat, jaraknya jauh dan harus memutar,” ujarnya.

Sementara Zaenal Islami, 30, sopir truk menyebut, sebelumnya dia aman-aman lewat jembatan itu. “Saat lewat, persis di tengah jembatan tiba-tiba langsung ambruk,” ujarnya.

Masih untung saat ambruk truk dalam posisi berdiri. Sehingga dia selamat. ”Saya harus keluar dari pintu pelan-pelan. Takutnya truk ngguling ke sungai,” ujar Zaenal.

Reporter: Jumai-Rangga
Editor: MS Rasyid

Reporter :

Fotografer :

Editor :