alexametrics
20.9C
Jember
Wednesday, 21 April 2021
Desktop_AP_Top Banner

Muncul Wacana Sekolah Penerbangan di Jember

Optimistis Mampu Optimalkan Aktivitas Bandara

Mobile_AP_Top Banner
Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Bisakah Bandara Notohadinegoro Jember menjadi lokasi sekolah penerbangan? Jawabannya: bisa. Hal ini disampaikan oleh Direktur Operasi PT Merpati Training Center Bagus Panuntun kala berkunjung ke bandara kebanggaan Jember itu, kemarin (6/4). Nah, untuk merealisasikannya, dirinya mengharap adanya sinergi dengan berbagai pihak, termasuk dengan Pemkab Jember.

Ya, Bandara Notohadinegoro yang berada di Desa Wirowongso, Kecamatan Ajung, merupakan salah satu aset yang sebelumnya dibangun guna menunjang perkembangan Kabupaten Jember. Bandara yang dibangun sejak 2003 tersebut mengalami perjalanan yang berliku-liku selama era kepemimpinan Bupati Samsul, Djalal, hingga Faida. Lalu, bagaimana di tahun kepemimpinan Hendy Siswanto?

Bagus mengungkapkan bahwa pihaknya berharap adanya sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Jember guna merealisasikan adanya sekolah penerbangan. Adanya sekolah penerbangan itu bisa memajukan transportasi udara di Kabupaten Jember.

Mobile_AP_Rectangle 2

Seperti diketahui, pandemi Covid-19 mengakibatkan seluruh sendi kehidupan menjadi terganggu. Tak luput pada bidang perekonomian. Hal serupa juga terjadi pada tidak adanya lalu lalang pesawat terbang di langit Jember.

Meski begitu, pihaknya optimistis bahwa penerbangan di Kabupaten Jember bakal berangsur pulih dengan adanya sekolah penerbangan itu. Bagus menilai, akan banyak aktivitas yang terjadi. Termasuk operasional penerbangan di Bandara Notohadinegoro. “Jika ini sudah berlangsung, kami yakin bidang yang lain juga bakal berkembang secara beriringan. Di antaranya bidang pariwisata dan logistik,” lanjutnya.

Bagus menuturkan bahwa pariwisata sudah menjadi bagian dari pendapatan masyarakat Jember. Namun, pandemi Covid-19 membuat laju perekonomian mereka menjadi terhambat. Diharapkan, hidupnya aktivitas penerbangan di Jember mampu mendatangkan wisatawan dari luar daerah. Bahkan luar negeri.

Lebih lanjut, dia menerangkan bahwa Jember punya banyak kepentingan logistik yang bisa menggunakan transportasi udara untuk mempercepat pengiriman. Mulai dari hasil perikanan, perkebunan, maupun bahan pembangunan. “Saat bisnisnya jalan, penumpangnya juga akan jalan. Di situlah transportasi udara dibutuhkan,” tandasnya.

Sementara itu, Bupati Jember Hendy Siswanto berharap, adanya sekolah penerbangan itu benar-benar mampu memunculkan daya tarik tersendiri. Salah satunya guna melancarkan aktivitas penerbangan di Jember.

Selain itu, dia menjelaskan bahwa tak perlu waktu lama untuk merealisasikan hal baik. “Sekarang kami ketemu untuk saling kenal dan memberikan program. Ketemu kali kedua langsung realisasi,” pungkasnya.

 

 

Jurnalis : Isnein Purnomo
Fotografer : Istimewa
Redaktur : Lintang Anis Bena Kinanti

- Advertisement -
Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Bisakah Bandara Notohadinegoro Jember menjadi lokasi sekolah penerbangan? Jawabannya: bisa. Hal ini disampaikan oleh Direktur Operasi PT Merpati Training Center Bagus Panuntun kala berkunjung ke bandara kebanggaan Jember itu, kemarin (6/4). Nah, untuk merealisasikannya, dirinya mengharap adanya sinergi dengan berbagai pihak, termasuk dengan Pemkab Jember.

Ya, Bandara Notohadinegoro yang berada di Desa Wirowongso, Kecamatan Ajung, merupakan salah satu aset yang sebelumnya dibangun guna menunjang perkembangan Kabupaten Jember. Bandara yang dibangun sejak 2003 tersebut mengalami perjalanan yang berliku-liku selama era kepemimpinan Bupati Samsul, Djalal, hingga Faida. Lalu, bagaimana di tahun kepemimpinan Hendy Siswanto?

Bagus mengungkapkan bahwa pihaknya berharap adanya sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Jember guna merealisasikan adanya sekolah penerbangan. Adanya sekolah penerbangan itu bisa memajukan transportasi udara di Kabupaten Jember.

Mobile_AP_Half Page

Seperti diketahui, pandemi Covid-19 mengakibatkan seluruh sendi kehidupan menjadi terganggu. Tak luput pada bidang perekonomian. Hal serupa juga terjadi pada tidak adanya lalu lalang pesawat terbang di langit Jember.

Meski begitu, pihaknya optimistis bahwa penerbangan di Kabupaten Jember bakal berangsur pulih dengan adanya sekolah penerbangan itu. Bagus menilai, akan banyak aktivitas yang terjadi. Termasuk operasional penerbangan di Bandara Notohadinegoro. “Jika ini sudah berlangsung, kami yakin bidang yang lain juga bakal berkembang secara beriringan. Di antaranya bidang pariwisata dan logistik,” lanjutnya.

Bagus menuturkan bahwa pariwisata sudah menjadi bagian dari pendapatan masyarakat Jember. Namun, pandemi Covid-19 membuat laju perekonomian mereka menjadi terhambat. Diharapkan, hidupnya aktivitas penerbangan di Jember mampu mendatangkan wisatawan dari luar daerah. Bahkan luar negeri.

Lebih lanjut, dia menerangkan bahwa Jember punya banyak kepentingan logistik yang bisa menggunakan transportasi udara untuk mempercepat pengiriman. Mulai dari hasil perikanan, perkebunan, maupun bahan pembangunan. “Saat bisnisnya jalan, penumpangnya juga akan jalan. Di situlah transportasi udara dibutuhkan,” tandasnya.

Sementara itu, Bupati Jember Hendy Siswanto berharap, adanya sekolah penerbangan itu benar-benar mampu memunculkan daya tarik tersendiri. Salah satunya guna melancarkan aktivitas penerbangan di Jember.

Selain itu, dia menjelaskan bahwa tak perlu waktu lama untuk merealisasikan hal baik. “Sekarang kami ketemu untuk saling kenal dan memberikan program. Ketemu kali kedua langsung realisasi,” pungkasnya.

 

 

Jurnalis : Isnein Purnomo
Fotografer : Istimewa
Redaktur : Lintang Anis Bena Kinanti

Desktop_AP_Leaderboard 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Bisakah Bandara Notohadinegoro Jember menjadi lokasi sekolah penerbangan? Jawabannya: bisa. Hal ini disampaikan oleh Direktur Operasi PT Merpati Training Center Bagus Panuntun kala berkunjung ke bandara kebanggaan Jember itu, kemarin (6/4). Nah, untuk merealisasikannya, dirinya mengharap adanya sinergi dengan berbagai pihak, termasuk dengan Pemkab Jember.

Ya, Bandara Notohadinegoro yang berada di Desa Wirowongso, Kecamatan Ajung, merupakan salah satu aset yang sebelumnya dibangun guna menunjang perkembangan Kabupaten Jember. Bandara yang dibangun sejak 2003 tersebut mengalami perjalanan yang berliku-liku selama era kepemimpinan Bupati Samsul, Djalal, hingga Faida. Lalu, bagaimana di tahun kepemimpinan Hendy Siswanto?

Bagus mengungkapkan bahwa pihaknya berharap adanya sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Jember guna merealisasikan adanya sekolah penerbangan. Adanya sekolah penerbangan itu bisa memajukan transportasi udara di Kabupaten Jember.

Seperti diketahui, pandemi Covid-19 mengakibatkan seluruh sendi kehidupan menjadi terganggu. Tak luput pada bidang perekonomian. Hal serupa juga terjadi pada tidak adanya lalu lalang pesawat terbang di langit Jember.

Meski begitu, pihaknya optimistis bahwa penerbangan di Kabupaten Jember bakal berangsur pulih dengan adanya sekolah penerbangan itu. Bagus menilai, akan banyak aktivitas yang terjadi. Termasuk operasional penerbangan di Bandara Notohadinegoro. “Jika ini sudah berlangsung, kami yakin bidang yang lain juga bakal berkembang secara beriringan. Di antaranya bidang pariwisata dan logistik,” lanjutnya.

Bagus menuturkan bahwa pariwisata sudah menjadi bagian dari pendapatan masyarakat Jember. Namun, pandemi Covid-19 membuat laju perekonomian mereka menjadi terhambat. Diharapkan, hidupnya aktivitas penerbangan di Jember mampu mendatangkan wisatawan dari luar daerah. Bahkan luar negeri.

Lebih lanjut, dia menerangkan bahwa Jember punya banyak kepentingan logistik yang bisa menggunakan transportasi udara untuk mempercepat pengiriman. Mulai dari hasil perikanan, perkebunan, maupun bahan pembangunan. “Saat bisnisnya jalan, penumpangnya juga akan jalan. Di situlah transportasi udara dibutuhkan,” tandasnya.

Sementara itu, Bupati Jember Hendy Siswanto berharap, adanya sekolah penerbangan itu benar-benar mampu memunculkan daya tarik tersendiri. Salah satunya guna melancarkan aktivitas penerbangan di Jember.

Selain itu, dia menjelaskan bahwa tak perlu waktu lama untuk merealisasikan hal baik. “Sekarang kami ketemu untuk saling kenal dan memberikan program. Ketemu kali kedua langsung realisasi,” pungkasnya.

 

 

Jurnalis : Isnein Purnomo
Fotografer : Istimewa
Redaktur : Lintang Anis Bena Kinanti

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERKINI

Desktop_AP_Half Page

Wajib Dibaca

Andalan Anak Kos-kosan

Jadi Jujukan Aktivis Mahasiswa

Desktop_AP_Rectangle 2
×

Info!

Mau Langganan Koran, Info Iklan Cetak dan Iklan Online

×Info Langganan Koran