Penyelenggaraan JFC Ditunda

Kembali Digelar Juli 2021

BATAL DIGELAR: Salah seorang talent sedang mengikuti JFC tahun lalu. Tahun ini, pergelaran JFC ke-19 resmi ditunda karena pandemi Covid-19. Sebab, persiapannya membutuhkan waktu enam bulan.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pandemi virus korona berdampak terhadap seluruh bidang, termasuk karnaval busana yang rutin digelar tiap tahun di Jember. Penyelenggara karnaval fashion terakbar di tanah air, yakni Jember Fashion Carnaval (JFC), terpaksa menunda pelaksanaan acara yang menyedot wisatawan mancanegara tersebut.

IKLAN

Sesuai surat resmi JFC, pergelaran itu akan dilaksanakan kembali sekitar Juli 2021 mendatang. Penundaan itu karena persiapan JFC tidak bisa memakan waktu yang sebentar. Mulai dari persiapan hingga puncak acaranya. “Dari rekrutmen peserta, pelatihan, pembuatan kostum, hingga penjurian, semua membutuhkan waktu,” ungkap Suyanto, CEO JFC.

Direktur Development Program JFC David K. Susilo mengatakan, jika pihaknya memaksa event itu digelar tahun ini, risikonya cukup besar. Bahkan, bisa berdampak terhadap kesuksesan penyelenggaraan acara. Sebab, kata dia, persiapan peserta untuk recovery memerlukan waktu yang cukup.

Menurut dia, penyelenggaraan JFC tahun ini sudah memasuki yang ke-19. Rencananya, tahun ini JFC mengangkat tema Virtue Fantasy dengan menampilkan berbagai defile seperti tahun-tahun sebelumnya. Di antaranya lion, dove, elephant, bees, dragonfly, unicorn, dan flamingo. “Sebenarnya persiapan sudah kami lakukan sejak November 2019 lalu, cuma dengan peristiwa seperti ini ada aktivitas yang tidak mungkin bisa kami paksakan,” imbuh David.

Lebih lanjut, David menuturkan, persiapan JFC membutuhkan waktu setidaknya enam bulan, terhitung sejak Januari 2020 lalu. Hal itu meliputi rekrutmen peserta, pelatihan, dan sebagainya. Biasanya sampai melibatkan hingga 1.100 orang peserta, serta seribuan pendukung event. Apalagi saat penyelenggaraan JFC selama beberapa hari tersebut, ratusan ribu penonton menyaksikan pergelaran busana spektakuler ini, sehingga persiapannya harus benar-benar matang.

“Sebagian besar peserta kami dari kalangan mahasiswa dan pelajar. Dan sekarang ini mereka sedang belajar di rumah. Kalau nanti reda, tentu butuh waktu lagi untuk recovery mereka hingga kegiatan normal,” lanjut David.

Penundaan JFC tahun ini dinilai bakal berdampak terhadap industri pariwisata di Jember dan kota-kota sekitarnya. Seperti perhotelan maupun wisata yang lain. Sebab, dengan tidak adanya JFC, maka kunjungan wisatawan yang biasanya meningkat pada jelang dan saat karnaval berlangsung, dipastikan anjlok sehingga memiliki efek domino ke sektor pariwisata.

Reporter : Muchammad Ainul Budi

Fotografer : Muchammad Ainul Budi

Editor : Mahrus Sholih