Perusak Hutan Lindung Gunung Lemongan Divonis 8 Tahun dan Denda Rp 10 M

Laskar Hijau for RAME DIHUKUM BERAT: Parmanto bin Suroto saat mendengarkan putusan dalam acara sidang putusan di PN Lumajang, Selasa sore (4/9) lalu.

RADARJEMBER.ID – Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Lumajang memvonis Parmanto bin Suroto, pelaku perusakan hutan lindung di kawasan Gunung Lemongan, dengan 8 tahun penjara dan denda Rp 10 miliar. Majelis hakim menyatakan secara sah dan meyakinkan terdakwa Pasal 94 huruf a Junto Pasal 19 huruf a Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan (P3H).

IKLAN

Putusan itu dibacakan Ketua Majelis Hakim PN Lumajang dalam persidangan yang digelar Selasa sore (4/9) pukul 17.15. Putusan itu lebih berat dari tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Lumajang yang menuntut 5 tahun penjara. “Menjatuhkan pidana 8 tahun penjara, dengan denda Rp 10 miliar kepada Parmanto bin Suroto,” tegas Ketua Majelis Hakim, Edwin Adrian.

Yang membuat vonis majelis hakim lebih berat dari tuntutan JPU adalah pengakuan salah seorang saksi, bernama Asamo. Kepada majelis hakim, Asamo mengaku bahwa Parmanto menyuruhnya membabati dan membakar petak 12 Hutan Lindung Gunung Lemongan, April lalu.

Sementara Parmanto selama persidangan selalu membantah kesaksian Asamo. Pleidoi yang disampaikan Parmanto pada Majelis Hakim, bahwa dirinya tidak pernah menyuruh seseorang merusak hutan lindung, sebagaimana yang disampaikan Asamo.

Putusan 8 tahun penjara terhadap Parmanto tersebut dikomentari positif oleh Ralawan Laskar Hijau, penggiat konsevarsi Hutan Lindung Gunung Lemongan. Ketua Laskar Hijau, A’ak Abudullah Al-Kudus menyebut, putusan terhadap Parmanto menjadi yang pertama setelah sebelum-sebelumnya para pelaku perusakan hutan lindung di Gunung Lemongan tidak pernah ada yang diproses hukum. “Laskar Hijau menyambut putusan ini dengan apresiasi yang setinggi-tingginya,” pungkasnya

Parmanto pertama kali dilaporkan pada April 2017, setelah diduga melakukan perusakan di petak 12 kawasan Hutan Lindung Lemongan. Saat itu, dia tercatat sebagai ketua LMDH hutan produksi kawasan Hutan Lindung Lemongan, Klakah.

Reporter : Khawas Auskarni Muhyidin
Editor : Narto
Editor Bahasa: Imron Hidayatullah

Reporter :

Fotografer :

Editor :