Listrik Padam, Rumah Sakit Paling Terdampak, Jember Klinik Tunda Layanan Radiologi

JUMAI/RADAR JEMBER TERPAKSA TUNDA LAYANAN: Alat CT scan yang ada di Jember Klinik, kemarin terpaksa tak dioperasionalkan karena adanya pemadaman. Meski rumah sakit swasta terbesar ini memiliki banyak genset, operasional alat ini sangat tidak disarankan menggunakan daya listrik dari genset.

RADARJEMBER.ID – Listrik padam kemarin benar-benar membuat kalang kabut. Sekitar dua jam lebih, sejumlah daerah di kawasan Jawa Timur bagian timur nyaris lumpuh. Aliran listrik dari Perusahaan Listrik Negara padam karena adanya kesalahan sistem di transmisi listrik. Hal ini membuat sejumlah pihak pun kebingungan. Paling terdampak adalah rumah sakit.

IKLAN

Kepala penunjang medis Rumah Sakit Jember Klinik Heru Nur Sasmito mengatakan, padamnya listrik kemarin betul-betul menghambat beberapa pekerjaan. Salah satu yang tidak bisa ditawar dan harus ditunda pekerjaannya yaitu layanan terkait radiologi. “Yang paling berpengaruh adalah (layanan medis menggunakan) alat-alat radiologi. Khususnya CT scan dan X-ray,” jelasnya.

Alat-alat canggih ini diakuinya tidak boleh menggunakan sumber daya listrik dari genset. Pasalnya, jika dipaksakan dengan menggunakan daya yang tidak stabil, malah akan membahayakan serta bisa jadi terjadi kerusakan. “Karena tingkat sensitivitas alat ini sangat tinggi. Sehingga, tidak disarankan menggunakan aliran listrik dari genset,” jelas Heru.

Bahkan, saat menggunakan aliran listrik PLN, juga masih harus menggunakan stabilizer, sehingga benar-benar harus hati-hati karena penggunaan alat tergolong berat. “Dikhawatirkan, tidak memberikan hasil pemeriksaan yang akurat dan maksimal,” jelasnya. Oleh karena itu, pihaknya pun tidak mau mengambil risiko.

Olek sebab itu, pasien yang akan melakukan pemeriksaan menggunakan alat-alat tersebut, lanjut Heru, harus menunda prosesnya, menunggu aliran listrik kembali normal. “Ada 3 pasien yang mengalami penundaan pemeriksaan, 1 akan melakukan CT scan, dan 2 orang lagi akan menggunakan alat X-ray,” sebutnya.

Sedangkan alat-alat yang ada di ruang operasi, semuanya berfungsi dengan normal meskipun menggunakan aliran listrik sementara dari genset. “Lampu di ruang operasi dan alat-alat listrik berfungsi dengan normal. Jadi, tidak ada kendala untuk pelayanan di ruang tersebut,” terangnya.

Gangguan layanan akibat pemadaman listrik juga diakui oleh dr Justina Evy, manajer humas RSD dr Soebandi Jember. Namun, kata dia, RSD dr Soebandi Jember masih bisa mengatasinya, sehingga semua layanan tetap bisa normal dan tidak ada kendala. “Kalau kami kan punya genset, jadi tidak sampai terjadi gangguan pelayanan. Semuanya normal,” tegas dr Evy, panggilan akrabnya, kemarin. Hanya saja, memang harus menambah bahan bakar genset saja.

Diakuinya, untuk bisa mengoperasionalkan pelayanan rumah sakit, ada lima genset besar yang diaktifkan. Namun, memang ada sejumlah titik di rumah sakit yang diminta untuk dinonaktifkan. Kantor-kantor yang dirasa masih bisa ditunda pekerjaannya, seperti kantor pemeliharaan sarana, gudang, dan sebagainya, tidak dihidupkan.

“Kalau untuk OKA (kamar operasi) dan ICU (gawat darurat) harus tetap jalan,” tegas dr Evy. Apalagi, kamar operasi, diakuinya. melayani sekitar 30 operasi setiap harinya dari delapan OKA yang ada di rumah sakit. Termasuk jika ada operasi darurat, maka tidak ada kata menunda dan harus segera dilaksanakan.

Reporter : Rangga Mahardika, Jumai, Nur Hariri
Editor : MS Rasyid
Editor Bahasa: Imron Hidayatullah
Fotografer: Jumai

Reporter :

Fotografer :

Editor :