Penggerebekan Sabu di Sumbersari

Tamunya Ditangkap, Pemilik Rumah Kabur Penggerebekan Sabu di Sumbersari

TAK BERKUTIK: Tersangka pengguna sabu, Muhammad Febri Tri Diyantoro (kanan), sedang menjalani pemeriksaan oleh penyidik di Polsek Sumbersari.

RADAR JEMBER.ID – Muhammad Febri Tri Diyantoro bersama seorang temannya terkejut ketika sejumlah polisi menggerebek rumah yang mereka tempati. Pemuda 24 tahun, warga Dusun Kalisatan RT 002/ RW 014, Desa/Kecamatan Bangsalsari, ini tak berkutik kala anggota Tim Serigala Polsek Sumbersari menangkapnya. Beda nasib dengan SN, temannya, yang berhasil kabur dari sergapan petugas. Kini SN terus diburu oleh aparat.

IKLAN

Penggerebekan sebuah rumah di Jalan Letjen Sutoyo, Kelurahan Kranjingan, Sumbersari ini karena polisi mendapat laporan warga bahwa di kediaman tersebut ada transaksi narkoba. Petugas yang datang mencoba memastikan informasi itu. Karena mencurigakan, polisi langsung menggerebek mereka. Ternyata benar, di dalam ada dua orang yang sedang mengonsumsi sabu.

Rupanya, upaya polisi masih terbaca oleh salah seorang pelaku. Aparat kecolongan, karena satu di antaranya berhasil melarikan diri. Meski telah dimasukkan dalam daftar pencarian orang (DPO), namun sejak penggerebekan itu dilakukan akhir pekan kemarin, pelaku yang kabur tersebut belum juga tertangkap.

Kendati hanya satu pelaku yang ditangkap, namun polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti. Di antaranya sabu seberat 0.24 gram dan barang bukti lainnya. Seperti botol dan alat isap sabu.

Kapolsek Sumbersari Kompol Faruk Mustafa Kamil mengatakan, penggerebekan dilakukan setelah timnya melakukan serangkaian pengintaian berbekal laporan warga. “Setelah dilakukan lidik dan petugas mendatangi lokasi, dalam rumah itu ada yang pesta sabu,” ujarnya, kemarin.

Sayangnya, dalam penggerebekan itu, SN, pemilik rumah, langsung kabur. Selain memburu SN, polisi juga masih menyelidiki pemasok barang haram tersebut. “Selain sabu, kami juga mengamankan satu bong atau alat isap, sebuah pipet kaca yang berisi narkotika jenis sabu, korek api, dan sebungkus rokok,” ujarnya.

Kepada polisi, tersangka mengaku pesta sabu di rumah SN ini sudah lama. Satu poket sabu dibelinya seharga Rp 200 ribu. “Tersangka juga mengatakan, barang itu memang didapat dari SN yang sekarang menjadi buron polisi,” ujar Faruk.

Sebenarnya, kata tersangka, setelah mengonsumsi sabu, ada efek samping yang mengancam kesehatannya. Tersangka sudah memahami itu. Sebab, setelah diisap, ada reaksi di mulut dan tenggorokannya terasa kering. Bahkan, dia berkata, dirinya juga tak bisa tidur, serta tak enak makan. Dia berdalih, mengonsumsi sabu itu hanya untuk doping agar semangat bekerja. “Ini semuanya pengakuan tersangka setelah dilakukan pemeriksaan,” pungkas kapolsek. (*)

 

Reporter : Jumai

Fotografer : Istimewa

Editor : Mahrus Sholih