Waspada jika Anak Pernah Radang Tenggorokan

Kenali Bahaya Penyakit Jantung Anak

BINCANG SEHAT: Suasana talk show seputar kesehatan jantung anak yang bermanfaat bagi orang tua dan anak.

RADAR JEMBER.ID – Banyak yang mengira jika penyakit jantung lebih mengancam orang dewasa. Padahal, penyakit jantung merupakan penyebab kematian terbesar di dunia yang bisa mengintai kalangan anak-anak, bahkan bayi. Oleh sebab itu, struktur dan fungsi jantung yang baik sangat diperlukan agar tubuh mendapat pasokan oksigen dan nutrisi dengan baik.

IKLAN

Itulah yang disampaikan oleh spesialis jantung, dr Dwi Ariyanti SpJp di hadapan sejumlah orang tua wali murid TK B Al Furqon dalam talk show bertajuk “Primordial Prevention of Cardiovascular Disease” pada Minggu (4/8) lalu di lantai 2 aula Rumah Sakit Bina Sehat Jember (RSBS).

Menurut dia, jumlah pasien dengan keluhan pada jantung setiap bulannya cukup banyak. Rata-rata 30 persen dari seluruh kasus yang ditangani. Termasuk pasien anak yang dibawa dalam kondisi parah. Itulah mengapa penyakit jantung patut diwaspadai, khususnya pada anak-anak. “Angka kesakitan untuk penyakit Jantung di Indonesia cukup tinggi. Semakin dini terdiagnosis, angka kematian akan menurun,” terangnya.

Perempuan yang akrab disapa Anti itu menambahkan, gangguan jantung yang umum terjadi pada anak-anak di antaranya penyakit jantung kongenital atau bawaan dan penyakit jantung reumatik (PJR).  PJR adalah sebuah kondisi katup jantung mengalami kerusakan karena komplikasi dari demam reumatik. Untuk itu, orang tua perlu mengetahui apa saja gejalanya. “Gejala PJR antara lain, sering pusing, mudah lelah, napas pendek, dan nyeri dada. Semakin waspada jika anak pernah mengalami radang tenggorakan. Sebab, bakteri streptokokus grup A yang tidak tertangani saat radang tenggorokan dapat berakibat pada penyakit jantung,” paparnya.

Tak hanya menjadi narasumber, Anti juga melakukan screening untuk penyakit jantung pada anak dengan ekokardiografi (USG jantung). Tujuannya untuk memeriksa struktur jantung, pembuluh darah, aliran darah, serta kemampuan otot jantung dalam memompa darah.

Sementara itu, Direktur RSBS drg Yunita Puspita Sari P MKes dalam sambutannya mengatakan, acara ini digelar dalam rangka memperingati hari anak nasional. Diharapkan kegiatan ini tidak hanya bermanfaat untuk meningkatkan pengetahuan orang tua tentang kesehatan jantung anak, tetapi juga memberi pengalaman positif bagi anak.

Kegiatan talk show tersebut dihadiri beberapa narasumber. Diantaranya dokter spesialis kesehatan gigi anak, drg Berlian P MDSc Sp.KGA, Kepala Instalasi Gawat Darurat RSBS dr Arti Tyagita K, Marisa Selvy Helphiana SPsi, dan ahli gizi RSBS, Rose Dian Arie J AMdGZ. (*)

 

Reporter : Bagus Supriadi

Fotografer :

Editor : Bagus Supriadi