Transportasi untuk Jamaah Juga Distop

Katering Haji Dihentikan Sementara

BERJUBEL: Beginilah kondisi penjemputan dan pemulangan jamaah haji dari maktab menuju Masjidilharam. Bus warna merah yang dijadikan sarana penjemputan secara gratis tersebut sangat padat.

MAKKAH, RADAR JEMBER.ID Pasokan katering untuk para jamaah haji bakal dihentikan sementara mulai hari ini, Selasa (6/8). Itu karena jamaah haji yang berasal dari seluruh dunia diprediksi akan memadati kota Makkah mulai hari ini hingga Jumat (9/8) mendatang. Mereka akan melakukan proses ibadah haji di Makkah seperti wukuf, melempar jumrah, dan tawaf.

IKLAN

Pengurus Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) Assuniyah Kencong, Ghonim Jauhari mengatakan, penghentian katering jamaah itu karena sulitnya akses menuju kota Makkah akibat padatnya jamaah. Oleh karenanya, Ghonim beserta jamaahnya harus menyediakan kebutuhan sendiri untuk bisa memasak. “Alhamdulillah, untuk kloter kami di hotel ada tempat masak. Dan sebagian dari kami ada yang bawa alat masak dari rumah. Jadi, mereka hanya beli kompor dan mejikom (rice cooker/penanak nasi, Red) di sini,” tuturnya. Menurutnya, hampir semua kondisi itu dialami para jamaah. Selain ada yang memasak, mereka juga ada yang membeli.

Tak hanya masalah makanan, lanjutnya, transportasi pun dipastikan akan dihentikan sementara. Mulai H-3 pelaksanaan wukuf dan kembali dibuka pada H+3 setelah wukuf, atau pada 14 Dzulhijjah.

Dia menambahkan, jadwal ibadah haji para jamaah ada berbagai macam. Mulai dari wukuf di Arafah, melempar jumrah aqabah pada 10 Dzulhijjah, yang bertepatan dengan 11 Agustus, dan melempar jumrah wusto, ula, dan aqabah pada 11-12 Dzulhijjah. “Sambil menunggu hari Jumat itu, para jamaah juga tidak diperkenankan salat jamaah di Masjid. Hal itu dilakukan untuk menghemat tenaga mereka untuk persiapan ibadah pada 9 Dzulhijah mendatang,” tandasnya.

Ramainya kondisi jamaah di Makkah juga disampaikan Sofyan Hadi, jamaah asal Jember kloter 44. Menurut dia, tak hanya cobaan cuaca panas hingga 43-44 derajat celsius yang dialami jamaah haji Jember. Mereka juga harus rela berjubel, mulai dari shuttle bus hingga masuk Masjidilharam.

Kondisi Makkah, kata dia, semakin hari semakin padat. Penduduk dari berbagai negara mulai tiba di Arab Saudi. Pemandangan berjubelan terjadi mulai dari maktab atau tempat pembagian jamaah haji. “Pulang dan berangkat ke Masjidilharam begitu padat,” ujar pria yang berprofesi sebagai dosen di IAIN Jember ini. Ditambahkannya, tak sedikit jamaah haji harus rela berdiri agar bisa masuk shuttle bus.

Sementara itu, Boby Muhammad Budi Hartono menuturkan, untuk kloter 44 tempat menginapnya di Hotel Arkan Bakkah yang berada di sektor 511 Kota Makkah. “Jaraknya dengan Masjidilharam kurang lebih dua kilometer,” tuturnya.

Biasanya, dia berkata, untuk menuju Masjidilharam, para jamaah memakai bus yang disediakan secara gratis oleh panitia haji setempat. Selain itu, juga bisa memakai taksi dengan biaya SR 10, setara dengan Rp 36.800 (kurs SR 1=Rp 3680).

Boby membenarkan jika ada pengumuman dari panita haji di Arab Saudi bahwa ada penghentian shuttle bus. Dia menjelaskan, penghentian berkenaan dengan persiapan masa Armina, maka pelayanan angkutan mengalami penyesuaian waktu. “Angkutan shalawat berhenti mulai Selasa 6 Agustus dan beroperasi lagi pada 15 Agustus,” pungkasnya. (*)

 

Reporter : Maulana, Dwi Siswanto

Fotografer : Istimewa

Editor : Mahrus Sholih