Epilepsi, Terserempet Kereta Api

SEMPAT DIRAWAT: Anang, 22, yang terserempet kereta api Logawa di belakang SPBU Jalan Brawijaya, Kelurahan Mangli, Kecamatan Kaliwates, meninggal setelah dilarikan ke ruang ICU RSD dr Soebandi.

RADAR JEMBER.ID Anang, 22, warga Dusun Manggis RT/RW 001/014, Desa/Kecamatan Sukorambi, harus meregang nyawa di ICU RSD dr Soebandi Jember. Pemuda tersebut ditemukan tergeletak di pinggir rel KA belakang SPBU Mangli di Jalan Brawijaya, Kelurahan Mangli, Kecamatan Kaliwates, Minggu (4/8) petang lalu.

IKLAN

Berdasarkan keterangan yang dihimpun Radarjember.id di lokasi, sejak siang korban terlihat sudah mondar-mandir di sepanjang rel. Warga melihat Anang berjalan mulai dari perlintasan Perumdim, Desa Jubung, hingga di perlintasan di Jalan Brawijaya.

Warga mengetahui korban terserempet kereta api Logawa ketika kereta tersebut berhenti tak jauh dari perlintasan Jalan Brawijaya. Saat itu, Masinis Rudianto dan kru kereta api Logawa CC 2018327 keluar untuk memastikan kejadian tersebut. “Setelah memastikan kalau ada orang terserempet, warga langsung melapor ke petugas piket Polsek Kaliwates,” ujar Kompol Supadi, Kapolsek Kaliwates.

Petugas Reskrim Polsek Kaliwates langsung turun ke TKP di belakang SPBU Mangli. Saat dicek, korban masih dalam kondisi kritis karena luka berat. “Saat petugas datang untuk melakukan olah TKP, korban masih selamat. Selanjutnya, korban langsung dilarikan ke IGD RSD dr Soebandi Jember,” imbuhnya.

Namun, meski sempat menjalani perawatan medis di ICU, korban tak bisa diselamatkan. Diduga kuat, saat berada di jalur rel, epilepsi yang diderita korban tiba-tiba kambuh. Akibatnya, korban terserempet kereta api hingga terlempar.

Menurut salah satu anggota keluarga yang datang, korban ini sering keluar rumah tanpa pamit kepada keluarga. Tak jarang, korban berangkat sejak pagi dan baru pulang malam harinya. “Sehingga ketika korban ini pergi, keluarga tidak ada yang tahu,” ujar Supadi.

Korban meninggal setelah menjalani perawatan medis di ruang ICU, karena mengalami luka-luka yang cukup parah. “Korban ini murni terserempet kereta api, karena saat ditemukan, posisi di pinggir rel. Mungkin korban ini sebelum terserempet berjalan di atas rel,” tambahnya.

Sementara itu, Bagus, security PT Alfaria Trijaya, mengaku melihat korban sejak sore, tengah mondar-mandir di sepanjang rel. Bahkan, sebelum korban diketahui terserempet kereta api, dia sempat terlihat berjalan di atas rel dari arah barat hingga ke pintu masuk gudang Alfamart. “Saya dan warga sekitar baru tahu kalau ada orang terserempet setelah kereta sempat berhenti sebentar,” ujarnya. (*)

Reporter : Jumai

Fotografer : Jumai

Editor : Lintang Anis Bena Kinanti