Terduga Teroris Jualan Bakso Keliling

JUMAI/RADAR JEMBER NGANDANG DI KANTOR POLISI: Rombong “bakso bebas” ini sekarang tak bisa lagi dijumpai di sekitaran kantor Kemenag Jember, tempatnya biasa mangkal. Pemiliknya diambil Densus 88 dan rombongnya diamankan di Mapolres Jember Jl Kartini.

RADARJEMBER.ID-Rombong “Bakso Bebas” itu, sudah ada di Polres Jember sejak Kamis (2/8) siang. Diangkut petugas kepolisian, bertepatan kedatangan Kapolda Jatim. Namun saat itu, tak ada yang tahu itu rombong milik siapa.

IKLAN

Fotografer radarjember.id, sempat memotret rombong tersebut, saat petugas mengevakuasi rombong ke dalam pekarangan Polres Jember. Namun tak menduga, jika rombong yang masih ada baksonya itu milik terduga teroris. Saat itu, kepada wartawan koran ini, petugas hanya menyebut rombong itu korban kecelakaan lalu lintas (laka lantas).

Terungkapnya jika rombong bakso itu milik terduga teroris, setelah Ketua RT Blok Blambangan Perumahan Istana Tegal Besar Nur Cahyo, menyebut bahwa M. Ridwan ditangkap Densus 88 anti teror. Dia ditangkap saat menjajakan baksonya di Jalan Wahid Hasyim, sekitar Kantor Kemenag Jember. M. Ridwan adalah terduga teroris yang kini diamankan Densus 88.

Cahyo, sangat meyakini tetangganya itu ditangkap Densus 88. Sebab Kamis sorenya, dia didatangi anggota Polres Jember. Diajak ikut menyaksikan penggeledahan di rumah Ridwan yang ada di Blok Kutai A 3. “Polisinya memberi penjelasan, bahwa Ridwan ditangkap Densus 88,” akunya, Minggu (5/8) kemarin.

Penggeledahan rumah Ridwan bukan hanya disaksikan Nur Cahyo. Sebab polisi juga mengajak ketua RT dari Blok Singosari. Selain itu, istri terduga teroris dan tiga anaknya, juga ada di rumah yang kabarnya pinjaman dari saudaranya Ridwan.

Saat penggeledahan berlangsung, Densus 88 rupanya sangat berhati-hati. Buktinya, meski menggeledah rumah tipe 36 plus, petugas sampai 1,5 jam di rumah itu. Tak ada peledak yang diamankan. Namun ada beberapa barang milik Ridwan, dirampas petugas untuk kepentingan penyelidikan.

Sepengetahuan Cahyo, ada sekitar 23 item yang diamankan Densus 88 dari rumah Ridwan. Sejumlah barang itu seperti benda tajam: pisau dan gunting. Selain itu, laptop, HP, hingga setumpuk berkas. “Bukunya yang diamankan, seperti buku harian,” imbuhnya.

Selain itu, kehati-hatian petugas yang juga dinilai Cahyo, saat penggeledahan setiap gang dijaga petugas bersenjata lengkap. Namun tak semua penghuni perumahan ITB tahu itu. Sebab posisi rumah yang ditempati terduga teroris, ada di ujung selatan.

Saat wartawan radarjember.id mendatangi lokasi rumah Ridwan, dari deretan Blok Kutai, hanya ada dua rumah yang dihuni pemiliknya. Sedangkan 12 unit lainnya, masih tampak kosong. Bahkan kemarin, semuanya kosong karena rumah Ridwan ditinggal istri dan anaknya dan tetangganya, juga tampak kosongan setelah tahu ada Densus 88.

Di dalam rumah Ridwan, beberapa perabotan dibiarkan berantakan. Mayoritas barang yang masih tertinggal dalam rumah, seperti perabotan dapur. Meski sudah 8 bulan tinggal di rumah tersebut, Cahyo mengaku tak begitu mengenal Ridwan. “Tegur sapa hanya saat papasan di jalan,” akunya.

Pun demikian saat kali pertama menempati rumahnya itu. Ridwan, hanya pamitan bahwa dia bersama istri dan tiga anaknya, akan tinggal di rumah tersebut. “Dia ngakunya dari Malang. Pamitnya bukan kontrak. Tapi numpang menempati rumah saudaranya,” imbuhnya.

Reporter : Rully Efendi, Jumai
Editor : MS Rasyid Winardi
Editor Bahasa: Yerri A Aji
Fotografer: Jumai

Reporter :

Fotografer :

Editor :