Semeru FC Ditundukkan 0-1 Kalteng Putra di Stadion Semeru

SEMERU FC FOR RAME SENGIT: Pemain Semeru FC berusaha menghadang serangan pemain Kalteng Putra. Tim Semeru FC harus menelan pil pahit setelah ditumbangkan tim tamu Kalteng Putra 0-1.

RADARJEMBER.ID- Tren negatif pasukan Semeru FC di lanjutan liga 2 wilayah Timur berlanjut. Bahkan, Semeru FC harus menanggung malu kalah dari tim tamu Kalteng Putra di Stadion Semeru Lumajang. Stadion kebanggaan masyarakat Kota Pisang itu, kini sudah kehilangan keangkerannya

IKLAN

Menjamu Kalteng Putra sore kemarin, Semeru FC menurunkan tiga pemain anyarnya. Debut ketiganya oke. Permainan tim juga bagus. Namun sayang, hasilnya belum maksimal. Semeru FC malah tumbang 0-1. Wasit jadi sasaran bully Suporter Semeru FC.

Main di Stadion Semeru Lumajang sore kemarin berlangsung di bawah guyuran hujan. Laga perdana putaran kedua Liga 2 Wilayah timur itu berlangsung seru. Namun, Semeru yang menurun tiga pemain rekrutan anyar mereka bisa dibilang terlambat panas.

Buktinya, di babak pertama malah kebobolan lebih dulu di menit 29 lewat kaki Kushedya Hari Yudho. Pemain dari tim tamu nomor 99 itu berhasil memanfaatkan kelemahan tuan rumah Semeru FC.

Di babak kedua, anak-anak Semeru berani tampil terbuka. Permainan menyerang ditunjukkan untuk mengejar ketertinggalan. Berulang kali skema serangan dibangun. Tendangan ke gawang juga berhasil dilesakkan. Namun belum terkonversi menjadi gol.

Tiga pemain baru yang didatangkan di bursa transfer kemarin, juga mendapat kesempatan menunjukkan kelasnya. Slamet Sampurno, Domingus Karewai, dan Dhanu Syahputra. Namun tetap saja belum bisa mengubah keadaan. Meskipun performa mereka berhasil mendongkrak mentalitas pemain lainnya.

Di akhir laga kericuhan pecah. Wasit yang hendak masuk ke ruang ganti, dilempari botol oleh penonton. Mereka kecewa dengan kepemimpinan wasit yang dinilai banyak merugikan Semeru FC. Insiden itu membuat kepolisian harus mengamankan wasit sampai ke ruang ganti hingga keluar stadion.

Pelatih Semeru FC Putut Wijanarko menegaskan, permainan sore itu sangat baik. Pemain bermain maksimal. Peluang juga banyak tercipta. “Sayang tidak bisa sampai membuahkan gol,” katanya usai pertandingan.

Sementara tiga pemain yang baru bergabung juga dinilainya sudah tampil bagus. Tidak mengecewakan. Namun ada evaluasi lagi bagi ketiganya untuk beradaptasi lebih bagus lagi dengan pemain lain. “Butuh waktu untuk bisa padu bersama pemain lainnya,” ujarnya.

Menanggapi kericuhan lemparan botol, Putut menilai hal itu sebetulnya tidak perlu terjadi. “Usai pertandingan kita harus junjung tinggi sportivitas. Kita harus introspeksi pada tim kita sendiri. Bukan pada orang lain,” ungkapnya.

Fokus ke pertandingan selanjutnya yang dimaksud adalah laga tandang melawan PSBS Biak. “Kita evaluasi pertandingan ini dan fokus untuk laga selanjutnya,” ujarnya. Sebab, mainnya pada 10 Agustus di Biak.

Selain itu, pemain baru yang juga asli Lumajang, Slamet Sampurno juga menjalani debutnya dengan dipercaya menjadi kapten menggantikan Reza Mustofa. Slamet menjelaskan, sebenarnya pertandingan tadi sudah sesuai dengan arahan pelatihnya. “Cuma kita belum bisa memanfaatkan peluang dan kecolongan diawal babak pertama,” katanya.

Dia mengaku akan terus berbenah untuk membangun tim yang solid. “Banyak peluang sebenarnya, Cuma belum bisa dimaksimalkan menjadi gol. Kita akan maksimalkan di pertandingan berikutnya,” kata Slamet.

Reporter : Hafid Asnan
Editor : Narto
Editor Bahasa: Yerri A Aji

Reporter :

Fotografer :

Editor :