Aturan Baru Akad dan Resepsi

Boleh Digelar, tapi dengan Sejumlah Batasan

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Prosesi akad hingga resepsi pernikahan di era new normal kali ini cukup memberikan kelonggaran kepada masyarakat. Meskipun belum sepenuhnya, namun hal itu bisa dianggap menjadi bagian dari upaya memutus wabah persebaran Covid-19.

Untuk menjawab kebutuhan masyarakat yang selama beberapa pekan belakangan kemarin belum bisa mengadakan pesta hajatan nikah, sejumlah aturan pun disiapkan. Mulai dari urusan akad nikah hingga resepsi pernikahan. “Kini masyarakat bisa mengurusi akad dari rumah atau mendatangkan penghulu ke rumah. Kalau dulu harus ke KUA,” ujar Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam (Kasi Bimas) Kementerian Agama Kabupaten Jember Misbahul Munir.

Hal tersebut, lanjut dia, ditegaskan melalui Surat Edaran (SE) Menteri Agama Nomor 15 Tahun 2020 tentang Panduan Penyelenggaraan Ibadah dalam Mewujudkan Masyarakat Produktif, serta SE Dirjen Bimas Islam Kemenag RI tentang layanan nikah saat kenormalan baru. Akad nikah bisa diselenggarakan di rumah dengan memperhatikan protokol kesehatan dan jumlah orang yang hadir.

Sementara itu, untuk menggelar resepsi, lanjut Munir, juga perlahan mulai disesuaikan. Namun, saat ini resepsi harus menggunakan protokol Covid-19. “Kalau dulu resepsi tidak boleh diadakan. Sekarang boleh diadakan, tapi terbatas,” sambungnya.

Beberapa ketentuan pembatasan resepsi nikah itu antara lain, resepsi tetap boleh digelar di tempat terbuka, gedung atau sejenisnya, dengan jumlah tamu yang hadir maksimal 20 persen dari kapasitas ruangan, atau tidak boleh lebih dari 30 orang. Selain itu, undangan yang hadir juga harus mengenakan masker.

Munir meyakini, beberapa waktu ke depan ini dipastikan sudah ada masyarakat yang akan menggelar akad ataupun resepsi pernikahan. “Imbauannya itu tadi, menerapkan protokol medis. Jadi, kita bisa sama-sama saling menjaga,” pungkasnya.

Editor: Lintang Anis Bena Kinanti
Reporter: Maulana
Fotografer: Istimewa