Sudah Meninggal, Dimasukkan Kresek

Mau Mancing, Malah Nemu Bayi

DIEVAKUASI: Petugas identifikasi Polres Jember saat melakukan olah TKP di Sungai Bedadung.

RADAR JEMBER.ID – Mempunyai anak adalah harapan terbesar pasangan orang tua. Suami istri rela melakukan apa pun agar bisa memiliki keturunan. Namun, entah apa yang ada di pikiran orang tua bayi malang yang dibuang di Sungai Bedadung ini.

IKLAN

Sesosok mayat bayi ditemukan oleh dua pemancing, Rony, 40, dan Rokip, 39, di bawah jembatan di Jalan Imam Bonjol, Jumat siang kemarin. Mayat bayi yang sudah mulai menghitam ditemukan lengkap dengan ari-ari yang masih menempel di perutnya, dan dibungkus ke dalam tas plastik.

Menurut Rony, yang biasa memancing di bawah jembatan, bayi itu ditemukan di samping tas kresek warna putih serta kain hitam. Saat itu juga, Rony bersama Rokip langsung bergegas naik lagi dan memberi tahu kepada pengguna jalan yang melintas. Kejadian itu langsung terdengar warga sekitar yang tidak jauh dari lokasi. “Mayat bayi itu hampir dimakan nyambik (biawak, Red) yang posisinya tak jauh dari mayat bayi itu, hanya dipisah air saja,” ujar Rony.

Sungai Bedadung yang menjadi lokasi penemuan bayi itu memang sedang surut. Kuat dugaan warga sekitar, bayi tersebut dibungkus dengan kain hitam dan dimasukkan kresek, lalu dibuang di malam hari oleh pelakunya. Namun, karena debit air sungai berkurang, maka tak ikut hanyut dan justru terjatuh di atas bebatuan yang mengering.

Sementara itu, Kapolsek Kaliwates Kompol Supadi mengungkapkan, kemungkinan mayat bayi yang baru dilahirkan itu dibuang begitu saja dari atas jembatan. Pelaku mengira bayi itu akan terbawa arus, namun ternyata bayi jatuh persis di sungai yang tidak ada airnya. “Kami juga menemukan kain warna hitam yang sudah diamankan, dan saat ini mayat bayi tersebut dibawa ke kamar mayat RSD dr Soebandi Jember,” ujarnya.

Selanjutnya, kata Supadi, pihaknya akan melakukan serangkaian penyelidikan. Apakah bayi tersebut adalah korban aborsi atau bukan. “Karena saat ditemukan dua pemancing itu masih lengkap tali pusarnya,” pungkasnya. (*)

Reporter : Jumai

Fotografer : Jumai

Editor : Lintang Anis Bena Kinanti