Sistem Zonasi Berdampak SMP Pinggiran Minim Pendaftar

MAHRUS SHOLIH/RADAR JEMBER KROSCEK DATA: Petugas operator SMP Negeri 3 Puger, Amin Nur Fahmi, memeriksa data siswa yang mendaftar di sekolah setempat.

PUGER – Pendaftaran penerimaan peserta didik baru (PPDB) tingkat SMP yang menggunakan sistem zonasi atau jarak tempat tinggal siswa ke sekolah telah usai. Meski begitu, dalam masa pendaftaran ini masih banyak siswa dari kecamatan pinggiran yang tetap menyerbu sekolah favorit di pusat kota kabupaten.

IKLAN

Dampaknya, kebijakan yang awalnya bertujuan untuk pemerataan sekolah dengan meniadakan istilah sekolah favorit dan nonfavorit ini, tak berpengaruh signifikan terhadap perkembangan jumlah siswa di SMP pinggiran. Bahkan, jumlah pendaftarnya masih di bawah kuota yang telah ditetapkan oleh dinas pendidikan kabupaten setempat.

Kondisi seperti inilah yang terjadi di SMP Negeri 3 Puger. Sekolah yang terletak di jalur lintas selatan (JLS) atau sekitar 50 kilometer dari kota Kabupaten Jember ini, jumlah pendaftarnya masih kurang empat siswa dari 32 kuota siswa yang telah ditetapkan. Hal ini tentu terlihat kontras dengan keadaan di sekolah-sekolah yang dianggap favorit.

Menurut Kepala SMP Negeri 3 Puger Mohamad Adib, sejak pendaftaran dibuka awal pekan ini, hanya ada 28 siswa yang mendaftar. Mereka berasal dari dua sekolah yang berada di dua desa. 23 siswa SD Negeri 2 Mojomulyo, Puger, serta empat siswa lulusan MI Miftahul Ulum 1 Kepanjen, Gumukmas. “Sedangkan seorang siswa lagi berasal dari SD Harapan Jaya 2 Bekasi, yang tinggal bersama orang tuanya di Mojomulyo,” katanya.

Dirinya memahami kenapa jumlah pendaftar di sekolah yang mepet dengan laut selatan Jawa ini cukup minim. Katanya, faktor sosial dan geografis menjadi salah satu penyebab siswa yang mendaftar tak memenuhi kuota, karena lokasinya memang terletak di pelosok desa. “Selain itu, jumlah lulusan SD di sini juga minim. Dan ini tentu berdampak terhadap jumlah siswa yang mendaftar,” ujarnya.

Sebenarnya, jika mengacu sistem zonasi, sekolah yang terletak sekitar 200 meter dari Pantai Getem ini memiliki tiga zona. Zona pertama adalah Desa Mojomulyo yang juga menjadi lokasi sekolah. Selain itu, ada zona dua yang meliputi, Desa Kepanjen, Desa Menampu, dan Desa Mayangan, Kecamatan Gumukmas, serta Desa Mojosari, Kecamatan Puger.

Sedangkan zona tiga adalah Desa Paseban, Desa Kraton, Kecamatan Kencong, serta Desa Gumukmas, Desa Bagorejo, dan Desa Karangrejo, Kecamatan Gumukmas. Tak hanya itu, Desa Puger Kulon, Desa Puger Wetan, Desa Grenden, Desa Kasiyan Timur, serta Desa Mlokorejo, Kecamatan Puger, juga masuk ke dalam zona tiga. “Sisa waktu dua pekan ini kami akan membuka pendaftaran kembali, tetapi masih menunggu petunjuk dari dinas pendidikan,” jelasnya.

Meski tak mencapai pagu, namun pada tahun ajaran ini, jumlah pendaftarnya meningkat bila dibanding dua periode sebelumnya. Adib menyebut, pada tahun ajaran 2016/2017 lalu, jumlah siswa yang mendaftar hanya 20 siswa. Bahkan, periode berikutnya atau tahun ajaran 2017/2018, jumlahnya justru menurun yang hanya mendapat 19 siswa. “Semoga tahun depan jumlahnya lebih meningkat lagi,” harapnya. (mg-4/mgc/hdi)

Reporter :

Fotografer :

Editor :