Lingkungan Harus Melindungi Korban

Ketua Himpunan Psikologi Indonesia (Himpsi) Jember Muhib Alwi

RADAR JEMBER.ID – Korban pelecehan seksual yang terjadi di Universitas Jember harus mendapat perhatian khusus. Yakni jangan sampai ada justifikasi bahwa korban telah dilakukan tidak senonoh oleh seseorang. Sebab, hal itu menjadikan trauma yang semakin berat.

IKLAN

Ketua Himpunan Psikologi Indonesia (Himpsi) Jember Muhib Alwi menjelaskan, tindak kekerasan seksual menyebabkan trauma secara fisik dan psikologis pada korban. Banyak dampak yang dialami dan membutuhkan waktu untuk menyembuhkannya. “Misal dia tidak mau berkomunikasi pada lawan jenis,” katanya. Sebab, takut terjadi tindakan yang sama. Kemudian, ketika korban berkeluarga, juga bisa menimbulkan trauma sehingga sulit berhubungan suami istri. Sebab, dinilai sebagai sesuatu yang menyakitkan.

“Korban juga bisa merasa sudah tidak berharga lagi,” tuturnya. Bahkan, kalau sudah parah, dikhawatirkan terjadi hal yang tidak diinginkan, yakni mengambil keputusan buruk, seperti bunuh diri. Tak kalah penting, lanjut dia, jangan ada justifikasi bahwa korban sudah dilakukan dengan hal yang tidak senonoh oleh seseorang. Lingkungan harus menerimanya tanpa mengetahui dia korban atau tidak.

“Kelanjutan studi akan lebih berat bila penerimaan lingkungan terhadap dirinya kurang,” jelasnya. Untuk itu, yang mengetahui kejadian tersebut harus memosisikan diri agar tidak membuat korban merasa tidak nyaman. Selain itu, lanjut dia, kampus juga harus segera mengambil tindakan agar korban merasa aman. Memberikan trauma healing pada korban sendiri.

“Penerimaan lingkungan terhadap korban yang paling penting,” tegasnya. Korban perlu mendapatkan dukungan sosial untuk menguatkan dirinya. Membangkitkan percaya diri dan harga diri. “Korban perlu pendampingan psikologi secara klinis,” pungkas dosen IAIN Jember tersebut. (*)

Reporter : Bagus Supriadi

Fotografer : bagus supriadi

Editor : Rangga Mahardika