Pembatalan Tiket Capai 20 Ribu

Penumpang KA Turun Drastis

BELUM BISA BERPERGIAN: Salah satu rangkaian kereta api memasuki peron Stasiun Jember. Tercatat sudah 20 ribu penumpang membatalkan tiket perjalanan kereta api akibat pandemi virus korona yang tak kunjung reda.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Ribuan calon penumpang Kereta Api (KA) Daop 9 Jember membatalkan perjalanannya. Sedikitnya, 20 ribu penumpang membatalkan tiketnya, akibat pandemi korona yang memaksa PT KAI Daop 9 Jember membatasi sejumlah rute perjalanan kereta api.

IKLAN

Daop 9 Jember sudah menyiapkan mekanisme pengembalian tiket selama periode 23 Maret sampai 29 Mei mendatang. Agus Barkah, vice president PT KAI Daop 9 Jember menuturkan, sejak aturan tersebut diberlakukan, hampir 20 ribu penumpang membatalkan tiketnya. Dengan rincian, 4.155 pembatalan tiket pada bulan Februari lalu. Selanjutnya, meningkat tajam pada bulan Maret dengan naik mencapai 15.612 ribu.

Agus memperkirakan, tajamnya angka pembatalan itu juga diakibatkan adanya penonaktifan empat rute sementara karena wabah virus korona ini. Empat rute KA itu mulai berlaku 1 April hingga 30 April mendatang. “Sejak ditetapkan aturan tersebut, jumlah pembatalan tiket melonjak drastis. Pada bulan Maret, pembatalan tiket meningkat 276 persen dibandingkan Februari,” tutur Agus.

Agus juga menyarankan, guna mempermudah proses pembatalan tiket, penumpang tak perlu datang ke stasiun lagi. Mereka bisa menggunakan aplikasi daring dari PT KAI. “Kami sarankan agar pembatalan tiket melalui aplikasi saja, karena lebih mudah. Tidak perlu ke loket stasiun,” imbuhnya.

Di sisi lain, Manajer Humas Daop 9 Jember Mahendro Trang Bawono memprediksi, pada April ini kereta api yang berdinas di Daop 9 Jember akan mengangkut sebanyak 169.464 penumpang saja. Angka itu turun 24 persen jika dibandingkan tahun lalu, yang mencapai 223.833 penumpang.

Sementara itu, Aliyah, salah satu calon penumpang, sengaja membatalkan tiket perjalanannya. Aliyah mengaku sudah membeli tiket untuk pergi ke Yogyakarta pada bulan April ini. Namun, lantaran pandemi korona ini semakin tinggi, dia pun akhirnya membatalkan tiket tersebut. “Ya mau bagaimana lagi, akhirnya saya batalkan dulu saja tiketnya,” ungkap dia.

Reporter : Muchammad Ainul Budi

Fotografer : Muchammad Ainul Budi

Editor : Lintang Anis Bena Kinanti