Senang Berkumpul dengan Kawan, Tak Canggung Bergaya di Runway

Wiwik Fathul, Difabel Fisik Peserta JFC Kids

Gadis mungil ini tak canggung berjalan di runway JFC sepanjang 1,8 km. Mulai dari Jalan Sudarman hingga Lippo Plaza. Di JFC tahun ini, Wiwik Fathul menjadi satu-satunya peserta Kids and Artwear JFC yang merupakan difabel fisik. Namun, hal ini tak menyurutkan semangatnya berkostum defile Hudoq.

PESERTA DIFABEL: Wiwik Fathul, satu-satunya peserta cilik difabel fisik dalam gelaran JFC tahun ini. Meski tak memiliki fisik lengkap, dirinya tetap bersemangat mengikuti gelaran event akbar tahunan tersebut.

RADAR JEMBER.ID – Ada sembilan anak-anak eks pasien bibir sumbing dari RS Bina Sehat yang kembali ikut dalam gelaran Jember Fashion Carnaval (JFC) Kids and Artwear tahun ini. Namun, hanya Wiwik Fathul yang merupakan difabel fisik tanpa tangan kanan.

IKLAN

Kondisi fisiknya tertutupi semangat untuk berpartisipasi dalam gelaran JFC. Sebab, Wiwik sendiri bisa dibilang sudah menjadi peserta rutin JFC. “Wiwik ini sudah dari tahun 2015 lalu ikut JFC,” ujar Geofan, pembuat kostum yang dikenakan Wiwik, sembari memasang beberapa komponen kostum di tubuh Wiwik.

Menurut Geofan, para pasien eks operasi bibir sumbing RS Bina Sehat tak pernah ketinggalan ikut JFC. Mereka tak canggung lagi beraksi dan bergaya di hadapan masyarakat dan penonton. “Sudah rutin kami ikut JFC. Dan anak-anak sudah terbiasa,” jelasnya, saat ditemui langsung Jawa Pos Radar Jember, di belakang panggung.

Wiwik tampak tak rikuh dan tetap menuruti arahan Geofan saat memasang kostumnya. Berat kostum Wiwik pun sudah disesuaikan dengan tubuhnya yang kecil. Kain kostum tangan kanannya, diikat ke belakang. “Sebelumnya ya sudah diukur. Tiap anak kan beda-beda,” jelas dia.

Gadis berusia 12 tahun ini sudah menjadi peserta JFC kids yang berstatus senior. Sejak usia 3 tahun dia sudah terlibat di lingkungan JFC. Tahun lalu Wiwik pakai defile India. “Senang bisa kumpul sama teman-teman,” ungkap Wiwik yang bersekolah di SDN Jember Lor 3.

Meski kondisi fisiknya tak lengkap, gadis mungil yang duduk di bangku kelas 6 SD itu mengaku tetap tampil percaya diri. Apalagi dalam setiap show dia selalu didampingi ibunda dan adik lelakinya. “Yang penting tidak minder aja lah,” kata Wiwik, kemudian tersenyum.

Anak ketiga dari empat bersaudara ini juga tampak antusias melihat penampilan dari peserta lainnya, dengan kostum defile yang berbeda-beda. “Anaknya senang. Jadi ya saya ikuti aja,” imbuh Ansori, ibunda Wiwik.

Menurut Ansori, dalam gelaran JFC sebelumnya, tak selalu dia yang mendampingi. “Biasanya kalau nggak saya, ya ayahnya yang ikut nemenin,” pungkas dia. (*)

Reporter : Muchammad Ainul Budi

Fotografer : Muchammad Ainul Budi

Editor : Lintang Anis Bena Kinanti