Gelar Pelatihan TQM dan Inovasi Pemasaran

UM Jember Dampingi UMKM Car Body Paint

RADAR JEMBER.ID – Universitas Muhammadiyah (UM) Jember terus aktif membantu sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Jember. Salah satunya usaha car body paint (pengecatan bodi mobil) yang terus berkembang. Harapannya, UMKM car body paint berkembang lebih baik dan mengurangi pengangguran, karena mampu menyerap tenaga kerja, mampu meningkatkan kemandirian, dan kesejahteraan masyarakat.

IKLAN

Dua dosen UM Jember, Feti Fatimah SE MM dan Kosjoko ST MT, mengadakan pelatihan untuk membantu UMKM car body paint di bengkel Spet Tri Ragil, Wuluhan, Jember. Ada 10 peserta yang mengikuti kegiatan tersebut.

Melalui Program Kemitraan Masyarakat UM Jember, keduanya melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat berupa pelatihan dengan tema Optimalisasi UMKM Car Body Paint Berbasis Total Quality Management (TQM) dan Inovasi Strategi Pemasaran.

Kegiatan ini dibiayai oleh Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat, Direktorat Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan Kementerian Riset, Tekhnologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia. “Usaha car body paint saat ini memiliki prospek yang bagus,” kata Fatimah.

Hal itu karena permintaan mobil selalu meningkat dan risiko kerusakan cat akibat kecelakaan paling besar daripada lainnya. Bagi pemilik mobil, penampilan bodi mobil sangat diperhatikan karena yang pertama dilihat oleh orang.

Usaha car body paint membutuhkan bahan cat yang berkualitas, tenaga kerja yang profesional, dan peralatan bengkel cat mobil yang lengkap. Jika hal ini tidak dipenuhi, hasil cat tidak optimal. Misalnya warna yang dihasilkan tidak sama, partikel silver yang tidak rata, pengerjaannya lama, serta kekurangan lainnya, sehingga kualitas hasil pengecatan kurang memuaskan pelanggan.

Menurut dia, UMKM car body paint banyak yang belum memberikan pelayanan optimal. Itu karena terbatasnya alat yang dimiliki, SDM yang kurang profesional dalam menjalankan pekerjaannya, dan belum menerapkan total quality management (TQM). “Akibatnya, belum bisa melayani konsumen dengan cepat dan optimal,” tuturnya. Selain itu, strategi pemasaran yang digunakan kurang tepat, sehingga yang mengenal hanya masyarakat sekitar.

Pelatihan ini fokus membantu mengatasi berbagai masalah kurangnya alat kerja yang memadai untuk kegiatan operasional, SDM yang kurang profesional, dan manajemen usaha yang belum tertata, serta strategi pemasaran yang ada pada mitra usaha. “Bersifat problem solving dan partisipatif, sesuai dengan masalah yang dihadapi oleh mitra usaha,” jelasnya.

Target pelatihan ini adalah pengadaan alat kerja yang lebih lengkap dan modern. Itu agar  mampu meningkatkan produktivitas, dengan pengadaan spray gun, kompresor, mesin poles, tool set mekanik, dan alat ketok magic untuk mobil penyok. Selain itu, pembenahan struktur organisasi dan pembagian tugas karyawan yang jelas pada mitra usaha.  (*)

Reporter : Bagus Supriadi

Fotografer : Istimewa

Editor : Bagus Supriadi