Sudah Lama Siapkan Penerus

TERGERAK: Bubah Alfian, salah satu jebolan JFC yang sekarang menjadi make up artist ternama di Jakarta tetap akan mendukung gelaran JFC ke depan, sepeninggal Dynand Fariz.

RADAR JEMBER.ID – Generasi penerus almarhum Dynand Fariz tetap akan melanjutkan tongkat estafet gelaran Jember Fashion Carnaval (JFC) tahun-tahun berikutnya. Regenerasi itu rupanya sudah disiapkan oleh almarhum sebelum berpulang April lalu.

IKLAN

Pria yang akrab disapa Fariz itu memang sudah memiliki banyak talent anak-anak muda yang sudah dibekali ilmu, pengalaman, sampai beberapa kali go international. Seperti Intan Ayundavira, Tiara Adinda, hingga Ivan Fhanani. Tiga orang tersebut disebut Dynand dalam sebuah video wawancara. Bahkan, sampai dia meneteskan air matanya.

Video ini sempat diputar kala press conference, Sabtu malam lalu. Di dalamnya, Dynand Fariz secara khusus menyebut ketiganya sebagai generasi penerus nama besar JFC di masa depan. Tak urung mata-mata masyarakat dan undangan yang menyaksikan video tersebut langsung berkaca-kaca. Sebab, tak banyak yang mengetahui inisiasi Dynand dalam pembuatan video wawancara tersebut. “Jujur saya tidak tahu pembuatan video itu. Bahkan, saya tidak tahu almarhum menyebut nama saya,” ujar Intan.

Bahkan, dalam press conference kemarin, Intan Ayundavira mendapat sedikit kejutan. Melalui tarian dari suku Minahasa, tiba-tiba muncul ibunda Dynand Fariz yang memberikan senjata pedang. Menandakan, Intan bersama rekan-rekan lainnya di JFC, harus melanjutkan langkah mimpi besar JFC di tahun-tahun yang akan datang.

Banyak talent Dynand Fariz yang sudah cukup sukses di dunia fashion maupun industri kreatif lainnya. “Ini semua seperti sudah ditakdirkan. Kami serasa memang sudah dipersiapkan untuk melanjutkan perjuangan dari Mas Dynand. Bahkan, kami rela masih stay di Jember, walaupun banyak tawaran untuk berkarir di Jakarta. Hanya untuk JFC,” papar Intan.

Salah satu alumnus JFC yang juga pernah dididik Dynand Fariz di dunia fashion design dan makeup adalah Bubah Alfian. Kini, dirinya sudah menjadi make up artist ternama di Jakarta. Menurut Bubah, ia bisa menjadi seorang make up artist seperti sekarang tak lepas dari pengalamannya selama bergabung di JFC.

Pertama kali dia bergabung di JFC tahun 2006 silam. “Dari JFC, saya diajari bikin kostum, make up, dan karnaval. Selain itu, diajari menggali potensi dan berkreativitas,” kenangnya.

Oleh karena itu, mengingat semua ilmu yang dia dapat dari Dynand Fariz, hati dan tekad Bubah tergerak untuk terus mendukung JFC. Terlebih lagi setelah dia mengetahui kabar meninggalnya pria asal Silo tersebut. “Semangat Mas Fariz akan tetap saya pegang,” imbuhnya. (*)

Reporter : Muchammad Ainul Budi

Fotografer : Muchammad Ainul Budi

Editor : Lintang Anis Bena Kinanti