Klinik Pratama PMI di Jubung Layani Pasien Umum

MERIAH: Bupati Jember dr Faida MMR saat meresmikan Klinik Pratama PMI Jubung, beberapa waktu lalu. Kini Klinik Pratama PMI sudah banyak melayani pasien umum.

RADAR JEMBER.ID – Klinik Pratama PMI  Jember di Jl Brawijaya, Desa Jubung, Kecamatan Sukorambi, sudah mulai melayani pasien umum. Kantor Klinik Pratama PMI yang berada di eks PPGD PMI, dekat SMKN 5 Jember, itu sudah banyak membantu pasien yang membutuhkan pelayanan kesehatan.

IKLAN

Selain melayani pemeriksaan dan perawatan kesehatan, klinik ini juga melayani donor darah. Ada gerai donor darah untuk proses kegiatan donor darah. Ada juga layanan unit gawat darurat (UGD) dan poli. “Sejak diresmikan Ibu Bupati, pelayanan kesehatan langsung dilakukan,” kata Kepala Klinik Pratama PMI Kabupaten Jember drg Ayu Dwi Anggraheni.

Menurut drg Ayu, pelayanan UDG dan poli dilakukan Senin sampai Sabtu. “Pelayanan mulai pukul 07.00 sampai 21.00. Sedangkan untuk gerai donor darah buka mulai pukul 09.00 sampai pukul 14.00 untuk hari Senin sampai Jumat,” terangnya.

Klinik yang berada di Kecamatan Sukorambi ini menjadi salah satu inovasi PMI Cabang Jember dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat di bidang kesehatan. Inovasi ini pun mendapatkan apresiasi Bupati Jember Faida yang disampaikan ketika memberikan sambutan peresmian klinik, 22 Juni 2019 lalu.

Inovasi ini dilanjutkan dengan bersinergi antara klinik dengan beberapa rumah sakit, toko, dan gerai dalam operasional PMI. Bahkan, memberikan diskon khusus untuk para relawan donor darah PMI. Inovasi ini  menjadi contoh  skala nasional. Sebab, banyak inovasi yang dilakukan, seperti kemandirian dalam pembiayaan, layanan menghargai waktu respons, bank darah dengan menyiapkan kendaraan roda dua untuk servis mengantar darah ke tempat yang memerlukan.

Ketua PMI Jember H.E.A Zaenal Marzuki SH MH menjelaskan, klinik ini dibangun pada tahun 2013. Dalam perjalanannya, pengurus PMI berkomitmen mengembangkan fungsi klinik pratama. Ke depan klinik akan menambah ruang rawat jalan untuk pasien kecelakaan yang menampung 8 hingga 10 orang. Nantinya juga akan mendirikan apotek, yang akan dikelola koperasi untuk memberikan pelayanan pada masyarakat. “Sementara ini, apotek ada di dalam. Masih banyak lagi bangunan yang akan dikembangkan,” jelasnya.

Zaenal menambahkan, dengan ukungan bupati dan dorongan masyarakat Jember, laboratorium PMI Jember menjadi laboratorium tercanggih untuk PMI se-Jawa Timur. PMI Jember diminta PMI pusat untuk menjadi percontohan nasional tentang sistem manajemen praktis, tentang pelayanan R-2 Emergency Black Jet, dan tentang wajib adanya Korps Suka Rela (KSR PMI) untuk perguruan tinggi. (*)

Reporter : Bagus Supriadi

Fotografer : Istimewa

Editor : Bagus Supriadi