Menuju Rumah di Malam Jumat

BARU PULANG: Kapal nelayan yang hendak bersandar setelah berlayar sejak malam. Selama sehari semalam di malam Jumat Legi, para nelayan menyandarkan perahu mereka dan memilih tidak melaut.

RADAR JEMBER.ID – Salah satu tradisi yang masih dijalani oleh para nelayan Puger yaitu banyak yang enggan mencari ikan di laut pada malam Jumat, khususnya malam Jumat Legi. Mereka memilih untuk tidak melaut dan tetap tinggal di rumah bersama keluarga, minimal sehari semalam. Jikapun ada yang berangkat, hanya segelintir saja dari mereka.

IKLAN

Apalagi, saat ini ombak juga sedang kurang bersahabat bagi nelayan. Hal ini disampaikan oleh beberapa nelayan yang tengah beristirahat di sekitar Plawangan, Pancer, Puger, kemarin (4/7). Sejak ombak besar terjadi beberapa hari lalu, para istri nelayan sering datang ke sekitar Plawangan. Mereka bersantai sembari melihat ombak dan menunggu suaminya datang dari melaut.

Salah satunya Ani, 27, warga Puger Wetan, yang menunggu suaminya datang sambil duduk di kursi bambu yang ada di break water. Sembari menunggu suaminya datang, Ani menceritakan tradisi malam Jumat Legi yang dilakoni warga setempat. “Biasanya kalau malam Jumat manis, nelayan memilih libur, itu sudah menjadi tradisi,” ujarnya.

Ada juga sebagian nelayan yang pergi melaut, tetapi jumlahnya bisa dihitung jari. Waktunya pun tidak terlalu lama, tak seperti tahun-tahun sebelumnya. “Biasanya kalau melaut, seminggu baru pulang selama di tengah laut mencari ikan. Tetapi, untuk sekarang ini nelayan yang menggunakan sekoci paling lama tiga hari sudah pulang,” ujarnya.

Pantauan Radarjember.id, di sepanjang break water sejak pagi sudah terlihat para istri nelayan yang menunggu suaminya pulang. Selama belum melintas di Plawangan yang dikenal ganas itu, artinya para nelayan belum bisa pulang. Baru setelah perahu yang diikuti suaminya melintas, mereka baru bisa tersenyum. (*)

Reporter : Jumai

Fotografer : Jumai

Editor : Lintang Anis Bena Kinanti