Wujudkan Pangan Sehat Berkelanjutan

Maksimalkan Peran Kantin Sekolah

DISKUSI SEHAT: Salma Safitri (berdiri), fasilitator dari Sekolah Perempuan Malang, turut memberikan arahan diskusi membangun pola pangan sehat yang digelar Tanoker di Aula DP3AKB Jember.

RADAR JEMBER.ID – Gerakan pangan sehat berkelanjutan terus digelorakan Tanoker Ledokombo.  Mereka  menggandeng banyak pihak untuk berdiskusi dan menyusun rencana mewujudkan Jember sehat lewat makanan. Salah satu contoh nyata melalui kantin sehat.

IKLAN

Diskusi itu dibahas dalam bentuk lokakarya di Aula Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Jember, kemarin (4/7). Hadir beberapa pejabat Pemkab Jember mulai dari Dispendik, Disparbud, Bapeda, Kemenag, Perwakilan Ponpes, hingga berbagai komunitas. Mereka berdiskusi untuk mewujudkan pangan sehat.

Waloejo Djati, Kasi Sarana dan Prasarana Olaraga dan Kantin Sekolah Dispendik Jember, mengatakan, untuk mewujudkan pangan sehat, salah satu pintunya melalui dukungan dunia pendidikan. Yakni memaksimalkan fungsi kantin menjadi kantin sehat.

Menurut dia, kantin yang sehat tidak hanya bangunannya saja yang bersih dan rapi.  Tapi juga didukung dengan standar kesehatan, serta menyediakan makanan dan minuman yang sehat bergizi dan aman untuk dikonsumsi.

Fasilitator dari Sekolah Perempuan Malang Salma Safitri menambahkan, Jember merupakan daerah dengan potensi bidang pertanian. Untuk mendapatkan pangan tidak susah seperti kota besar. Hanya saja, potensi itu belum dikelola maksimal. Tak heran, tingkat kesejahteraan warga Jember dibandingkan Malang, lebih tinggi Malang. “Padahal sama-sama daerah pertanian,” ujarnya.

Salma menjelaskan, daerah pertanian memiliki potensi makanan sehat. Lewat makanan sehat, kualitas hidup semakin baik, sehingga derajat kesejahteraan juga lebih baik. “Jika derajat kesejahteraan rendah, maka ada problem kesehatan juga makin tinggi,” paparnya.

Untuk mendapatkan makanan sehat, kata dia, tidak perlu biaya mahal. Sebab, ada di sekitar lingkungan sendiri. “Makanan tidak sehat itu rata-rata beli. Padahal lebih murah masak sendiri,” imbuhnya.

Direktur Tanoker Farha Ciciek menilai, lokakarya itu untuk mendorong agar mewujudkan  Jember sehat melalui sektor pangan. “Kami mendorong kantin sehat itu bukan soal infrastruktur.  Tapi isinya, baik makanannya dan manajemennya,” tuturnya.

Dia mengakui, makanan yang kurang sehat dengan banyak bahan kimia sekarang bebas hambatan. Tidak hanya di kota atau desa, tapi sudah masuk ke lembaga pendidikan. “Lewat kantin, kita bisa selamatkan anak-anak dari makanan tak sehat,” imbuhnya.

Menurut dia, kegiatan strategis untuk menyehatkan masyarakat melalui pangan perlu ditata. Salah satunya melalui diskusi, perencanaan, hingga saling kontrol dan evaluasi. “Direncanakan bersama-sama, dijalankan bersama-sama, sampai dievaluasi bersama-sama,” paparnya. (*)

Reporter : Nur Hariri

Fotografer : Dwi Siswanto

Editor : Bagus Supriadi