Usai Salat Id, Pemulung Panen Koran Bekas

TAMBAHAN REZEKI: Sejak 10 tahun lalu, Taufik Babun, rutin mengumpulkan koran bekas seusai Salat Id di Masjid Jamik Al-Baitul Amin Jember.

JEMBER KOTA – Lebaran, rupanya membawa berkah tersendiri bagi pemulung. Kemarin (5/6), sesuai mengikuti salat Idul Fitri, Taufiq Babun, salah seorang pencari rongsokan asal KelurahanTegalgede, Kecamatan Sumbersari, pulang membawa tumpukan koran bekas. Koran-koran itu dikumpulkan dari sisa-sisa alas salat yang digunakan oleh jamaah di Masjid Jamik Al-Baitul Amin.

IKLAN

Kepada Jawa Pos Radar Jember, pria yang tinggal di Jalan Tawangmangu, Kelurahan Tegalgede itu, mengaku setiap tahun selalu memulung koran bekas sisa jamaah masjid. Karena, setiap Salat Id, jamaah selalu membeludak hingga ke halaman masjid. Sehingga mereka menggunakan koran sebagai alas beribadah.

“Setiap tahun saya selalu melaksanakan Salat Id di Masjid Al Baitul Amin. Saya memang sudah berniat mengumpulkan koran bekas. Jadi saat berangkat ke masjid, saya membawa becak sebagai alat angkut,” katanya.

Sebenarnya, jarak dari rumah Taufi ke Masjid Jamik cukup jauh. Berjarak sekira 6 Km. Namun karena ada misi lain selain Salat Id, membuatnya lebih memilih berbiadah di masjid yang menjadi ikon Jember tersebut. Sebab, selepas Salat Id, dirinya langsung mengumpulkan koran bekas.

“Jamaah yang Salat Id itu kan biasanya membawa koran untuk dibuat alas. Begitu selesai salat, koran bekas itu ditinggal begitu saja. Jadi banyak yang berserakan. Lalu saya kumpulkan untuk dijual ke pengusaha rongsokan,” ungkap Taufik.

Memulung koran bekas sesusai Salat Id tersebut telah dilakoni Taufik selama 10 tahun terakhir ini. Selama beberapa jam saja, dirinya bisa mendapatkan koran bekas minimal 10 Kg. Hasil pendapatan dari mengumpulkan koran bekas itu bisa dibilang lumayan besar bagi dia. Antara Rp 100 ribu hingga Rp 150 ribu.

Banyaknya hasil  yang diperoleh Taufik, lantaran pria yang juga berprofesi sebagai tukang becak itu, leluasa memungut koran bekas. Karena tak ada pemulung lain yang melakukan hal sama dengan dirinya. “Sampai rumah, sebelum koran bekas ini saya jual, satu persatu koran tersebut dilipat ulang biar kelihatan rapi. Sebab, kondisi koran harus utuh. Kalau robek tidak laku dijual,” imbuhnya.

Bagi Taufik, Idul Fitri tak hanya menjadi momen bersilaturahmi dengan sanak saudara. Di hari Lebaran ini, juga membawa berkah bagi dirinya. Karena memperoleh pendapatan tambahan dari memulung koran bekas. (*)

Reporter : Winardyasto

Fotografer : Winardyasto

Editor : Mahrus Sholih