Tahun 2019, Jumlah Kematian Ibu Meningkat 8 Kasus

TEKAN AKI-AKB: Agenda sosialisasi yang diselenggarakan di salah satu hotel di Jember ini, diikuti oleh pemangku kepentingan bidang kesehatan. Agenda tersebut bertujuan untuk menekan AKI dan AKB di Jember.

KALIWATES.RADARJEMBER.ID- Upaya pemerintah daerah menekan angka kematian ibu dan bayi (AKI-AKB) belum sepenuhnya berhasil. Karena, pada 2019 jumlah kasus kematian ibu justru meningkat dibanding tahun sebelumnya. Jika pada 2018 angkanya mencapai 41 kejadian, namun pada 2019 meningkat menjadi 49 kasus.

IKLAN

Plt Kepala Dinas Kesehatan Jember Dyah Kusworini Indriaswati menerangkan, AKI-AKB di Jember saat ini masih tergolong tinggi di Jawa Timur. Dia menyebut, tahun 2019 kemarin tercatat 47 kasus kematian ibu.

“Paling banyak disebabkan oleh pre eklamsi dan pendarahan saat persalinan,” katanya, saat kegiatan sosialisasi Surat Edaran (SE) Bupati Jember tentang Standart Prosedur Operasional (SPO) Antenatal Care (ANC) dan Post Natal Care (PNC) Terpadu. Kegiatan itu bertempat di salah satu hotel di Jalan Gatot Subroto Jember.

Kepatuhan petugas kesehatan terhadap SPO, ANC dan PNC Terpadu, diklaim bisa menjadi solusi untuk menekan AKI-AKB di Kabupaten Jember. Apalagi, prosedur kepatuhan itu juga telah disepakati oleh stake holder terkait.

Menurut Dyah, penyusunan SPO, ANC dan PNC Terpadu ini telah melibatkan para pemangku kepentingan di sektor kesehatan di kabupaten setempat. Seperti Dinas Kesehatan (sebagai penanggung jawab utama), Ikatan Bidan Indonesia (IBI), rumah sakit milik pemerintah dan swasta, serta puskesmas.

“Draft SPO disusun oleh tim penyusun dan dibentuk berdasarkan SK Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jember menghasilkan 15 SPO, serta beberapa pedoman praktek klinis untuk melengkapi SPO,” terang Dyah. (*)

Reporter : Winardyasto

Fotografer : Istimewa

Editor : Mahrus Sholih