Bupati Dilantik 20 September, Pasangan SABAR Bentuk Tim Transisi

Sholikhul Huda/Radar Ijen KETUA TIM: KH Hasan Abdul Muiz ditunjuk KH Salwa Arifin untuk menjadi Ketua Tim Transisi pasangan Salwa Arifin-Irwan Bachtiar.

RADARJEMBER.ID – Jadwal pelantikan bupati dan wakil bupati terpilih akan dilaksanakan 20 September 2018 mendatang di Gedung Grahadi Surabaya. Sebagai langkah awal, pasangan Salwa Arifin-Irwan Bachtiar (SABAR) membuat tim transisi.

IKLAN

KH Salwa Arifin menunjuk KH Hasan Abdul Mu’iz menjadi ketua tim transisi. Kepada radarjember.id pengasuh PP Al Maliki Koncer ini mengatakan, dalam setiap kepemimpinan baru harus ada tim transisi. Untuk mempermudah memilih langkah utama pemimpin baru. “Sebetulnya sama Kiai Salwa tidak boleh sampaikan. Beliau menunjuk saya sendiri untuk membentuk tim transisi,” terangnya.

Dijelaskannya, intinya pihaknya membantu KH Salwa Arifin menata pemerintahannya. Bentuk tim transisi itu, tentunya mengakomodasi partai pengusung, yakni PPP dan PDIP. Selain itu, pihaknya melibatkan akademisi. “Kami membuat masukan kepada bupati dan wakil bupati terpilih,” terangnya.

Ada dua bahasan yang digodok tim transisi. Pertama, Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Teknokratik, dan kedua adalah penataan kepala organisasi perangkat daerah (OPD). Khusus untuk RPJMD Teknokratik, pembahasan sudah berjalan. Secara garis besar, isinya sudah sesuai. Namun, ada beberapa hal yang perlu disinkronkan agar sesuai visi-misi pasangan SABAR,” jelasnya.

Mengenai penataan kepala OPD, pihaknya mengajak masyarakat untuk tidak memaknai hal itu dengan adanya perombakan. Sebab, tim transisi tidak menghubungkan penataan dengan dukung atau tidak mendukung dalam pilkada. Namun, lebih pada kompetensi. “Sesuai apa yang kami kampanyekan, kami membangun Bondowoso tanpa pungutan liar, tanpa jual beli jabatan, dan tanpa korupsi. Maka, siapa pun yang bersama kami, dan mendukung cita-cita SABAR, maka akan kami rekrut. Jadi, tidak ada istilahnya balas dendam. Itu bukan akhlaknya Kiai Salwa,” tegasnya.

Lebih jauh, Kiai Hasan mengungkapkan, sosok Kiai Salwa maju karena permintaan para masyayikh, guru, dan sahabatnya. Tentunya karena pilihan para masyayikh, kepemimpinan Kiai Salwa tidak seperti kepemimpinan yang lain, yang langsung membredel lawan politiknya. “Semua kami pikirkan nanti, siapa yang memang maslahat untuk Bondowoso, akan kami rekrut, tanpa memandang siapa dan apa orangnya,” terangnya.

Mengenai pelantikan, Kabag Umum Pemkab Bondowoso Gazhal Rawan mengatakan, jadwalnya akan ada pelantikan pada 20 September 2018 di Gedung Grahadi Surabaya. Bersama 13 kabupaten/kota lain yang turut laksanakan Pilkada Serentak 2018. Maksimal yang mengikuti ada 30 orang. Nantinya akan hadir pihak keluarga, Forpimda, dan sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Bondowoso.

Reporter  & Fotografer : Sholikhul Huda
Editor : Narto
Editor Bahasa: Yerri A Aji

Reporter :

Fotografer :

Editor :